Berbohong Saat Akuisisi Whatsapp, Facebook Di Denda Rp 1.6 Triliun

0
1480
Copyright ©Kompas

Berbohong Saat Akuisisi Whatsapp, Facebook Di Denda Rp 1.6 Triliun

Oketekno.comFacebook termasuk perusahaan terbesar yang bergerak di bidang media sosial, Perusahaan yang dikepalai oleh seorang pemuda yang masih cukup muda usianya alias Mark Zuckerberg telah sukses meraup keuntungan miliaran rupiah per tahun dalam usahanya ini.

Akan tetapi akhir-akhir ini diketahui bahwa Facebook sedang menghadapi tekanan dari para Regulator benua Eropa, hal ini dikarenakan mereka semakin ketat untuk menghadapi permasalahan dalam dunia bisnis sosial media saat ini.

Raksasa dunia dalam jejaring sosial alias facebook dinilai telah berbohong atas permasalahan akuisisi atas salah satu aplikasi miliknya yaitu whatsapp yang dibicarakan pada tahun 2014 lalu, hal ini diketahui setelah komisi memeriksanya dan regulator anti-trust Uni Eropa di European Commission menjatuhkan denda.

Pada saat itu, Facebook mengatakan bahwa ia tidak bisa menggabungkan data pengguna antara Facebook itu sendiri dengan Whatsapp yang penggunanya saat ini mencapai lebih dari satu miliar.

Copyright ©linkedin

Akan tetapi dua tahun setelahnya tepatnya pada bulan Agustus 2016, pernyataan itu berubah dan Facebok lagi-lagi mengatakan bahwa ia akan membagikan data pengguna whatsapp ke dalam data milik Facebook yang termasuk nomor telefon dan hasil analisis dari semua akun yang telah terdaftar.

Dengan ini Facebook akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dalam bersaing dengan para pesaing di dalam dunia bisnis online.

“Komisi telah menemukan bahwa, berbeda dari pernyataan Facebook dalam review proses merger tahun 2014, kemungkinan teknis untuk memadankan identitas para penggunanya dengan WhatsApp sudah ada pada 2014, dan bahwa staf Facebook mengetahui kemungkinan itu,” beginilah ungkapan yang telah dikeluarkan oleh Komisi Eropa.

Atas kejadian ini Facebook dikenanakan biaya untuk membayar denda sekitar 110 Juta Euro atau Rp 1,6 triliun, walaupun sebenarnya uang sebesar itu kecil bagi Facebook dibandingkan dengan keuntungan yang mencapai puluhan miliar dollar AS per tahun yang berhasil di dapat dari iklan online yang masuk kedalam aplikasinya.

Alhasil, Facebook memilih untuk menerima tanpa mengajukan banding atas denda yang telah dijatuhkan kepadanya itu, hal inilah yang menunjukkan bahwa ia telah menunjukkan sikap kooperatif. Walau sebenarnya Facebook mengatakan bahwa pernyataan yang muncul tahun 2014 itu adalah sebuah kesalahan atau error.

“Error pada pengajuan review kami di 2014 tidak disengaja,” inilah yang telah ditulis oleh Facebook pada sebuah pernyataan.

Baca juga :Facebook Siapkan Program Televisi Jadi Rival YouTube?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here