Twitter Mendadak Hilangkan Fitur ‘Centang Biru’, Kenapa?

0
987
twitter
Copyright©Daily

Twitter Mendadak Hilangkan Fitur ‘Centang Biru’, Kenapa?

Oketekno.com – Sosial media ternama, Twitter, baru baru ini mengumumkan telah memberhentikan sementara fitur centang biru, yakni fitur yang dipakai untuk verifikasi keaslian akun. Ternyata hal tersebut dilakukan lantaran banyaknya kritik yang dilontarkan kepada aplikasi sosial media yang mengusung logo burung biru itu lantaran memberikan verifikasi akun milik Jason Kessler, salah satu pengelola Unite the Right.

Usai mendapatkan kritikan pedas, Twitter kini sedang mengevaluasi sistem verifikasi akun yang dipakai oleh layanan milik mereka. Pihak sosmed mengungkapkan jika sedang menyediakan sistem baru untuk diperkenalkan kepada para pengguna.

Baca Juga : Twitter Resmi Bisa Berkicau 280 Karakter

Diketahui memang akun yang sudah diverifikasi dengan tanda centang biru menunjukkan bahwa akun tersebut adalah asli, atau resmi, bukan akun abal-abal yang dipakai untuk mengmabil keuntungan semata. Tanda tersebut diberikan kepada sosok yang popular di masyarakat serta popular di sosial media itu sendiri.

Twitter Resmi Bisa Berkicau 280 Karakter
Copyright©WinPoin

“Verifikasi dimaksudkan untuk mengotentikasi identitas & gagasan tapi ditafsirkan sebagai pengesahan atau indikator penting,” tulis Twitter dalam sebuah tweet, dikutip dari Ubergizmo, Jumat (10/11/2017).

Pihak Twitter sendiri juga menyadari bahwa sistem verifikasi akun profil dengan canting biru yang ada pada layanannnya justru menimbulkan kebingunan bagi para pengguna. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh CEO Twitter, Jack Dorsey.

Simak Juga : Usai WhatsApp, Ganti Google dan Twitter Terancam Diblokir Menkominfo!

“Kami menyadari beberapa waktu yang lalu sistemnya rusak dan perlu dipertimbangkan kembali,” kata pria dengan akun Twitter @jack itu.

Sebelumnya, sosial media Twitter mendapat kabar buruk tentang aduan konten negative di dalam layanannya, bahkan sosial media besutan Jack Dorsey itu menempati urutan pertama aduan konten negative ke Kominfo. Media sosial bikinan Jack Dorsey dan Evan Williams tersebut memiliki jumlah aduan sebanyak 521.407 dari Januari sampai dengan bulan September 2017.

Sementara itu, media sosial lain yaitu Facebook dan Instagram berada di urutan kedua sebagai media sosial yang paling banyak diadukan ke Kominfo. Dari 2016 hingga September 2017 Kominfo mendapatkan laporan sebanyak 1.888. Dibawah FB dan Instagram, masih ada YouTube dan Google sebanyak 1.243 aduan, dan Telegram demgam 107 aduan konten negatif.

BACA JUGA : Keren…. Sukses Hack Bug Twitter, Warganet Bisa Berkicau 35 Ribu Karakter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here