YouTube Janji Hapus Video Hot Dewasa Berkedok Kartun Anak!  

0
1285
Youtube
Copyright ©sukadiri

YouTube Janji Hapus Video Hot Dewasa Berkedok Kartun Anak!

Oketekno.com –  Selain menangkal langsung konten negative untuk publik, aplikasi berbagi video terbesar sejadat maya, YouTube, memang memiliki kebijakan tersendiri untuk menyaring video dan konten negative bagi pengguna anak-anak. Akan tetapi semua itu seakan berbeda jauh dengan kenyataanya, banyak video yang menampilkan kekerasan dan video hot untuk orang dewasa masih dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak.

Bahkan, tak sedikit juga video yang berisi konten negative tersebut diberikan judul yang dapat mengecoh anak-anak pengguna smartpohne agar tertarik untuk meilhatnya, seperti halnya menggunakan nama karakter kartun Peppa Pig, Elsa pada film kartun Frozen atau ada juga menggunakan kedok nama hero yang disukai anak-anak. Akan tetapi jika video tersebut diputar, maka tidak dapat dikatan sebagai video yang mendidik dan tidak ramah untuk anak-anak, tak jarang menampilkan adegan kekerasan.

Simak Juga : 4 Cara Percepat Buffering Youtube Komputer dengan Mudah

Seperti halnya dalam video yang mengusung nama karakter Peppa Pig yang dikisahkan oleh seorang dokter dengan alat suntik yang sangat besar dan menakutkan, ada juga alat-alat medis lainya yang dibuat menakutkan dang mengerikan bagi anak-anak lantaran juga menunjukkan adegan kekerasan didalamnya.

YouTube
Copyright©Youtube

Akibat dari hal tersebut, YouTube banyak mendapat keluhan bahkan kecaman dari orangtua yang kesulitan mengontrol tontonan anak-anaknya. Perusahaan penyedia konten video besutan Google tersebut akhirnya berjanji untuk lebih proaktif lagi dalam menyaring konten bagi anak-anak dan berusaha memberantas konten video yang berkedok ramah bagi anak-anak.

“Kami dalam proses menerapkan kebijakan baru yang membatasi usia untuk konten yang telah ditandai di aplikasi YouTube utama. Setelah ditandai, konten yang dibatasi oleh umur tersebut secara otomatis tidak akan muncul di aplikasi YouTube Kids”, jelas YouTube seperti yang dikutip dari Android Authority, Jumat (17/11/2017).

Baca Juga : Gandeng YouTuber Cantik, Lazada ‘Serang’ Kaum Milenial!

Selain bekerja sendiri, pihak YouTube juga membutuhkan kerjasama dari para pengguna layanannya untuk memberikan tanda pada konten yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak. Akan tetapi masih juga ada kekhawatiran apabila video negative itu lambat untuk dihentikan, lantaran mayoritas video dengan konten yang tak mendidik berada pada tengah-tengah video.

Kebijakan tersebut muncul setelah seorang penulis asal Inggris James Bridle mengeluhkan lemahnya filter konten anak-anak pada aplikasi YouTube. “Seseorang atau sesuatu atau beberapa kumpulan orang dan ‘sesuatu’ sedang menggunakan YouTube untuk ketakutan, traumatik, dan menyiksa anak-anak secara sistematis”, tulis Bridle lewat blog Medium.

Baca Juga : Cara Gunakan Fitur Youtube Tersembunyi yang Jarang Diketahui

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here