Selalu Gagal Registrasi SIM Card Lewat SMS, Ini Solusi Jitunya!  

0
1369
Registrasi SIM
Copyright©liputan6

Selalu Gagal Registrasi SIM Card Lewat SMS, Ini Solusi Jitunya!

Oketekno.com – Mulai sekarang ini seluruh para pengguna operator seluler Indonesia diwajibkan untuk melakukan registrasi SIM dengan data kependudukan asli guna memberantas tindakan yang merugikan bagi masyarakat Tanah Air. Telah diumumkan moratorium layanan disclaimer registrasi SIM card mulai diberlakukan. Disclaimer tersebut ditujukan bagi pelanggan yang gagal registrasi SIM card sebanyak lima kali. Lantas bagaimana solusinya?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mewajibkan kepada operator seluler untuk melakukan moratorium layanan registrasi prabayar. Menurut Kominfo, cara tersebut sebagai antisipasi penggunaan data informasi dan identitas yang tidak benar dari oknum pelanggan telepon seluler. Jika hal tersebut terjadi, yakni pelanggan mengalami kegagalan registrasi kartu prabayar sebanyak 5 kali atau bahkan lebih, maka registrasi bisa dilakukan melalui gerai operator.

Simak Juga : Format dan Cara Registrasi Kartu Semua Operator Melalui SMS

“Bisa ke gerai atau juga pelanggan bisa sekalian ke Dinas Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil), apabila NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor KK (Kartu Keluarga) agar sinkron,” ujar Plt Kabiro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Mulai Bulan Agustus 2014, Pemilik Kartu SIM Harus Melakukan Registrasi Secara langsung

Hal tersebut juga yang dianjurkan oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), moratorium disclaimer tersebut diperuntukkan menciptakan pengisian data yang benar sesuai NIK dan nomor KK. Akan tetapi apabila masih gagal Registrasi SIM card, pelanggan jangan panic, lantaran hal itu bisa diatasi dengan datang ke gerai operator bersangkutan serta mengecek juga datanya ke Dukcapil apa sudah benar atau belum.

Simak Juga : Registrasi Kartu SIM Boleh Dilakukan oleh Pedagang Pulsa, Begini Penjelasannya!  

Sementara itu, Kemkominfo sendiri mengungkap kebijakan tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Komunikasi.

Kebijakan moratorium disclaimer ini mulai terhitung mulai 22 November 2017 pukul 24.00 WIB. Sedangkan kewajiban validasi SIM card dengan NIK dan nomor KK telah dimulai sejak 31 Oktober kemarin sampai 28 Februari 2018.

Baca Juga : Sebanyak 60 Juta Orang Sudah Melakukan Registrasi Ulang Kartu Prabayar, Termasuk Kamu?

Kominfo mengungkapkan kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Simak Juga : Layanan Cek Nomor Registrasi Siap Meluncur Akhir Bulan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here