Kantor Apple ‘Digerebek’ Polisi di Markas Samsung, Ada Apa?

0
868
Kantor Apple
Copyright©Mike Segar

Kantor Apple ‘Digerebek’ Polisi di Markas Samsung, Ada Apa?

Oketekno.com –  Persaingan antara dua vendor terbesar smartphone Apple dan Samsung memang sudah bukan rahasia umum lagi, kedua perusahaan tersebut terus bersaing dalam memperkenalkan produk terbaru besutannya. Namun, kabar kurang sedap datang dari kota Seoul, Korea Selatan yang merupakan markas besar Samsung, terjadi penggerebekan oleh pihak berwenang kepada kantor Apple tepat sehari sebelum peluncuran iPhone X.

Sampai kabar ini diterbitkan, masih belum diketahui secara pasti alasan dari penggerebekan yang dilakukan oleh pihak berwenang atau polisi terhadap kantor Apple di Negeri Gingseng tersebut, akan tetapi banyak muncul dugaan alasan digrebeknya kantor cabang Apple tersebut diduga melakukan praktik bisnis yang melanggar peraturan Negara Korea Selatan.

Simak Juga : Apple Akan Hadirkan iPhone Dual SIM di Tahun 2018, Saingi Smartphone Tiongkok!

Selain itu, muncul juga tanggapan penggerebekan tersebut dilakukan ditujukan agar menghambat atau menjegal keberhasilan sosok iPhone X yang sebelumnya sudah terjual habis di Negara lain. Meski memang diketahui produk Apple juga sangat populer di markas Samsung dan LG.

Dilansir dari halaman Cult Of Mac, Jumat (24/11/2017) pemesanan iPhone X sudah melonjat tinggi di Korea Selatan mulai pre-order dibuka. Bahkan, pemesanan iPhone seri teranyar di Negeri Gingseng tersebut langsung ludes hanya dalam hitungan menit. Meskipun populer dan banyak dicari, ternyata media di Korsel juga sering mengkritisi kehadiran smartphone terbaru besutan Apple itu.

Duduga kuat penggerebekan pada kantor Apple tersebut ada kaitannya dengan pihak pemerintah yang ikut mengatur, salah satunya alasan lantaran perusahaan asing bertentangan dengan produk lokal, hal itu ternyata bukan hal yang aneh dan pertama kali terjadi.

Baca Juga : iPhone Mendatang Akan Diproduksi Apple dari Limbah Daur Ulang, Benarkah?

Sebelumnya sempat terjadi kasus serupa yang mana Korea Selatan melakukan penyelidikan mengenai tuduhan Apple berlaku curang terhadap perusahaan jaringan seluler lokal di Negara tersebut. Kala itu memang Apple membuktikan diri dengan sukses merebut 33% dari pangsa smartphone yang ada di Korea Selatan.

Presiden firma analisis teknologi Endpoint Technologies Associates, Roger Kay, sebelumnya menuduh Korea Selatan punya agenda terselubung dengan tuduhan palsu pada perusahaan asing. Erik Telford, presiden Franklin Center for Government & Public Integrity juga mengemukakan keprihatinannya dengan kejadian yang miris tersebut.

Simak Juga : Saingi Airpower Milik Apple, Samsung Hadirkan Pad Wireless Charging

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here