4 Malware yang Harus Diwaspadai di Tahun 2018!

0
448
Copyright Linux

4 Malware yang Harus Diwaspadai di Tahun 2018!

Oketekno.com – Setiap tahunnya kejahatan di dunia maya memang semakin canggih. Pada tahun 2018 mendatang, sejumlah serangan siber seperti Malware akan tetap ada dan bahkan bisa saja membutuhkan penanganan secara khusus.

Direktur Sistem Teknik Symantec Malaysia dan Indonesia, David Rajoo dan Country Manager Symantec Indonesia Andris Masengi mengklaim bahwas serangan siber sangat mungkin terjadi pada tahun 2018 mendatang.

Bahkan dampak yang ditimbulkan akan semakin besar. Bukan tanpa alasan, sebab para peretas akan menyalahgunakan fungsi dari teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/Al). Dan berikut ini merupakan prediksi Symantec untuk serangan siber yang kemungkinan besar terjadi pada tahun 2018 mendatang.

BACA JUGA: Malware Pengintai Pengguna Android Ditemukan Google, Seperti Apa?

Pertama, Malware file-less

Symantec selama ini mengamati pertumbuhan file-less dan file-light yang tumbuh pada tahun 2016 dan hingga tahun 2017 ini. Ini bukan jenis perangkat lunak yang berupa berkas, namun dalam bentuk sebuah perintah (command) sehingga bentuknya pun tak nampak.

BACA JUGA: Kamu Harus Tau! Berikut 4 Cara Hindari Aplikasi Palsu yang Berisi 

Kedua, Serangan Melalui loT

Perangkat yang terhubung dengan jaringan internet, biasanya disebut internet of things (loT) seperti televisi, alat pengeras suara yang diletakkan di dalam rumah sangat beresiko tinggi akan disusup oleh peretas.

Copyright ©Lifewire

Selama ini pengguna loT sering tidak mengubah setelan keamanan, padahal alat ini memiliki akses jaringan di rumah. Si tangan jail pun akhirnya bisa mengelabuhi sistem alat itu sehingga dengan mudahnya loT  akan nurut dengan apa yang mereka perintahkan.

Ketiga, Serangan di blockhain

Seiring dengan populernya mata uang virtual atau cryptocurrency, para peretas akan semakin mengincar blockhain. Bahkan para penjahat siber nantinya akan berfokus pada pertukaran uang koin serta dompet koin (coin wallet). Dan kemudian dengan leluasa para penjahat itu akan memanfaatkan komputer atau perangkat seluler si korban sebagai miner.

Keempat, Serangan dengan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan dan Machine Learning

Saat ini kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/Al) dan machine learning digunakan untuk perlindungan kemanan siber. Akan tetapi, para penjahat siber sepertinya akan mulai mengubahnya demi melancarkan aski jahatnya. Kejahatan di jagad maya kerap kali mengincar informasi yang dimiliki oleh pengguna lewat pelacakan pada pencarian internet dan juga melalui penyebaran Malware.

BACA JUGA: Ternyata iPhone Jarang Jadi Sarang Malware

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here