Awas, Facebook Messenger Jadi Jalan Utama ‘Serangan’ Bitcoin!

0
643
Facebook messenger
Copyright©Amazon

Awas, Facebook Messenger Jadi Jalan Utama ‘Serangan’ Bitcoin!

Oketekno.com – Belakangan ini ramai dengan fenomena baru Bitcoin mining, yang berarti sebuah tindakan ilegal apabila dilakukan pada perangkat milik orang lain secara diam-diam. Masalahnya, hal ini marak terjadi belakangan ini. Kini Facebook Messenger menjadi salah satu celah untuk praktek tersebut.

Seperti yang dilansir dari Independent UK, ada sebuah virus berupa malware baru yang bernama Digimine. Dengan malware tersebut, pengguna terancam menjadi korban penambagan Bitcoin secara terus emnerus melalui aplikasi chating besutan Facebook, yakni Facebook Messenger.

Simak Juga : Mengerikan, Malware Android Ini Bisa Rusak Fisik Smartphone!

Walaupun serangan Bitcoin hannya melancarkan ancamannya kepada perangkat berbasis computer atau laptop, akan tetapi dampaknya diketahui yang sangat berbahaya. Salah satu perusahaan keamanan Trend Micro yang menemukan serangan tersebut menjelaskan serangan ini masuk ke perangkat komputer yang membuka Facebook Messenger lewat browser internet seperti Google Chrome.

Facebook Messenger Kehadiran Fitur Baru ‘Spotify’
Copyright ©Ilustrasi Facebook Messenger

Jika pada browser Chrome ketika login pada layanan Facebook Messenger diatur secara langsung, makan serangan tersebut dapat langsung masuk. Walaupun pengguna dapat menonaktifkan fitur login otomatis pada Chrome, akan tetapi tetap saja hal tersebut dapat lebih berbahaya lagi kedepannya, seperti yang dijelaskan oleh anggota Trend Micro.

Baca Juga : 5 Tanda Browser Terserang Malware! Yuk Intip!

Dalam keterangannya, file serangan Digimine yang ditemukan dalam bentuk file format .zip, yang mana file tersebut diberikan nama yang menarik, seperti nama video_xxxx.zip. Apabila file tersebut terbuka, Digimine akan langsung mengunduh komponen bitcoin mining dan menyusup ke dalam sistem komputer pengguna.

Atas penemuan celah yang membahayakan tersebut, pihak Facebook sendiri dikabarkan sudah dihubungi oleh Trend Micro dan mengambil tindakan agar tidak merugikan penggunanya. Baknan dikabarkan Trend Micro sudah menemukan serangan ini ada di beberapa negara seperti, Korea Selatan, Vietnam, Azerbaijan, Ukraina, Filipina, Thailand, dan Venezuela. Dan sampai berita ini diterbitkan masih belum ada kabar masuk ke Indonesia.

Baca Juga : 4 Malware yang Harus Diwaspadai di Tahun 2018!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here