Telegram di Blokir di Iran, Pavel Durov Angkat Bicara!

0
621
Copyright©softonic

Pemblokiran Telegram di Iran karena Dianggap Pemicu Kekerasan

oketekno.com – Awal tahun baru 2018, bos dari Telegram yakni Pavel Durov pun langsung dibuat pusing atas adanya pemblokiran akses layanan miliknya di Iran. Layanan media sosial tersebut dinilai memicu kekerasan atas situasi di Iran yang belakangan ini telah bergejolak.

Perlu diketahui, jika sejumlah aksi demo anti pemerintah hingga berbagai tindakan yang berujung kekerasan sedang ramai di negara tersebut. Dan salah satu pemicunya adalah melemahnya situasi Ekonomi di Iran.

Baca juga: Langgar Hak Cipta, Telegram Blokir Channel dalam Aplikasi Mereka!

Dalam pernyataan resmi di channel resminya, Durov mengungkapkan jika otoritas di Iran memblokir akses Telegram pada awal 2018, hal ini bermula saat mereka menolak untuk menutup channel salah satu pemrotes Iran yang damai, salah satunya adalah @Sedaiemardom.

Copyright©softonic

“Kami bangga Telegram banyak digunakan oleh ribuan channel oposisi di seluruh dunia. Kami selalu mengutamakan kebebasan berbicara sebagai hak asasi manusia dan kami lebih baik diblokir di suatu negara ketimbang membatasi kebebasan bereksperasi secara damai sebagai opini alternatif,” tegas Durov dikutip dari laman Liputan6.

Baca juga: Fitur Canggih Telegram Ini Juga Terdapat di Whatsapp Terbaru Lho

Durov juga bercerita pada 2015 silam, pihak Google dan Apple sempat menghubungi Durov usai serangan di Paris, Prancis. Dan pihak mereka pun meresponnya dengan menambahkan persyaratan layanan sederhana pada aplikasi, seperti tak ada layanan panggilan untuk P*rngrafi, kekerasan, maupun pelanggaran hak cipta.

Dan saat itu pihak Telegram juga sudah memblokir ratusan channel bermuatan kekerasan, termasuk juga salah satu channel bernama @isiswatch. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan berlaku secara adil dan juga merata.

Durov mengatakan jika pejabat Iran telah mengajukan tuntutan kepada dirinya pada September 2017 lalu, hal ini karena mereka dinilai membiarkan layanannya menyebarkan berita tanpa sensor dan bermuatan propaganda ekstrimis. Dan ia juga tak tahu pemblokiran ini apakah belangsung sementara atau selamanya.

Baca juga: Keren, Ini Dia Pembaruan Telegram yang Wajib Kamu Coba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here