Sengaja Lamban Buat Inovasi Kamera, Ini Alasan Canon

0
336
canon
Copyright ©destinasibandung

Bisnis Baru Sepertinya Jadi Alasan Canon Lamban Lakukan Inovasi

Oketekno.com – Seperti diketahui jika saat ini Canon masih menduduki posisi puncak dalam industri kamera. Hal itu dilihat dari pangsa pasar alias market share yang cukup baik diperoleh perusahan ini.

Namun meskipun begitu banyak fotografer yang justru mengeluh. Mereka mengeluhkan jika perusahaan kamera asal negeri Sakura itu kurang inovatif jika dibandingkan dengan kompetitornya yakni Sony dan Fuji.

Hal tersebut pun juga ditanggapi oleh CEO dan Presiden Direktur Canon, Fujio Mitarai. Dia mengatakan ada alasan tersendiri kenapa Canon kurang melaukan inovasi disektor kamera.

Baca juga :  Kamera iPhone Kini Lebih Diandalkan Dibanding Kamera Canon hingga Nikon!

Menurut Fujio, Canon ingon melangkah lebih jauh dibandingkan hanya fokus di bisnis kamera dan lensa untuk konsumennya. Sejumlah sektor lain yang akan digarap diantaranya kesehatan, kamera keamanan, dan peralatan industri.

canon
Copyright ©kompastekno

Gabungan beberpa bisnis tersebut ditargetkan akan berkontribusi terhadap sepertiga dari seluruh penjualan produk perusahaan. Produk kamera sendiri masih menjadi yang utama dan diharapan kontribusi bisnis kamera ini masih berada di kisaran 30 persen.

‘Tahun ini manajemen bertujuan untuk meningkatkan antena guna teknologi muctakhir (cuting-edge). Sekarang kami tertinggal dengan perusahaan-perusahaan teknologi lain terkait pengembangan teknologi baru. Tapi kami akan membuka riset (pusat penelitian) di Dilicon Velley dan kami secara efektif akan mengadopsi teknologi baru’ ujar Fujio Mitarai.

Baca juga : Yey, Kamera Mirorrless Canon EOS M100 Resmi Hadir di Indonesia dengan Segudang Fitur

Akan tetapi Fujio tidak membeberkan secara spesifik kapan pusat riset tersebut mulai dioperasikan. Selaian itu juga belum diketahui kapan bisnis-bisnis baru yang disebutkan mulai dari kesehatan, kamera keamanan hingga peratan industri tersebut akan mulai berjalan.

Sementara itu diharapkan dengan inovasi Canon di sejumlah sektor baru tersebut tak membuat perusahaan asal Jepang itu lupa di bisnis utamanya yakni kamera. Perusahaan ini sendiri dinilai tidak banyak melakukan inovasi setelah meluncurkan teknologi Dual Pixel Autofocus (DPAF) pada tahun 2013 silam.

Teknologi tersebut dikatakan sebagai game charger yanag digunakan untuk autofocus. Dengan teknologi ini memungkinkan pengguna mebidik focus yang lebih konsisten dan mulus guna impleemtasi dalam foo ataupun video. Dengan demikian layak dinantikan apakah Canon akan melakukan inovasi kedepannya atau justru lebih fokus ke bisnis-bisnis barunya.

Baca juga : Kamera DSLR Mini Canon EOS 200D Hadir di Indonesia, Intip Harganya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here