Kecerdasan Buatan Lebih Penting dari Sumber Api dan Listrik, Ini Tanggapan Bos Google!

0
296
Kecerdasan buatan
Copyright ©liputan6

Bos Google Menyebut Kecerdasan Buatan Menjadi Temuan Terbesar Setelah Listrik

Oketekno.com – Seperti diketahui jika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dikatakan sebagai terpenting di era modern ini. Hal serupa juga diungkapkan oleh CEO Google Sundar Pichai yang baru-baru ini mengeluarkan uneg-unegnya terkait teknologi yang satu ini.

Cukup diketahui jika Google memang menjadi salah satu perusahaan teknologi yang mempunyai keinginan paling kuat megadopsi teknologi AI dan menjadikannya sebagai pondasi setiap produk. Sedangkan menurut Pichai menyebutkan jika teknologi tersebut kini telah menjadi salah satu ‘kebutuhan’ untuk umat manusia.

Meskipun secara keselurhan dampak kecerdasan buatan belum dapat dilihat, namun bos Google itu optimis kedepannya tenologi AI akan menjadi hal utama yang membantu kehidupan manusia. Bukan itu saja, dia juga menilai kecerdasan buatan kelak bisa menjadi salah satu sumber yanag dianggap lebih penting dari sejumlah sumber utilitas lainnya misanya saja sumber listrik.

Baca juga : Hebat, Kecerdasan Buatan Alibaba Kalahkan Manusia dalam Tes Membaca

‘Mungkin nanti teknologi ini akan menjadi hal yang lebih penting ketimbang sumber api dan listrik. Teknologi kecerdasan buatan sendiri adalah satu dari beberapa hal penting yang tengah dikembangkan oleh umat manusia saat ini’ ujarnya saat ditemui Senin, 22 Januari 2018.

Kecerdasan buatan
Copyright ©liputan6

Pichai menambhakana jika pentingnya teknologi AI ini karena akan berperan besar pada dunia misalnya saja menyelamatkan isu perubahan iklim. Selain itu menurtnya teknologi ini akan menjadi teknologi yang dapat menyembuhkan penyakit berat seperti halnya kanker.

Kendati demikan sejumlah petinggi perusahaan teknologi dan sejumlah ilmuwan justru mengaku merasa khawatir denga keberadaan kecerdasan buatan. Mereka yang merasakan hal tersebut diantaranya Elon Musk dan Stephen Hawking.

Hawking menyebutkan jika teknologi ini bisa berdampak negatif pada sektor pekerjaan khususnya pekerjaan kelas menengah. Menuurtnya sistem automatisasi teknologi yang kini diterapkan banyak perusahaan sebetulnya memang memudahkan proses manufaktur yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.

Baca juga :  Harga Huawei Mate 10 Pro Terbaru Januari 2018, Layar Bezelless dengan Kecerdasan Buatan

‘Proses manufaktur industri yang tadinya dilakukan secara tradisional akan berubah dengan teknologi ini. Profesi kelas menengah seperti pekerja pabrik yang tadinya diperkerjakan untuk itu, tak lagi akan dibutuhkan. Lalu kemana mereka nanti akan bekerja?’ ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan lain dikatakan oleh Musk jika pihak berwajib harus menetapkan regulasi yang mengatur kecerdasan buatan supaya tidak kelewatan batas. Menurutnya munculnya teknologi ini merupakan kasus langka, sehingga harus diadakannya regulasi bukan reaktif.

Baca juga : Wow, Kecerdasan Buatan Google Mahir Menilai Kualitas Foto Lho!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here