Waduh, Jutaan Smartphone Android Terinfeksi Malware Penambang Uang Virtual!

0
561
Copyright ©Android

Jutaan Smartphone Android Terinfeksi Malware Penambang Uang Virtual? Kok Bisa?

Oketekno.com – Proses penambangan mata uang virtual yang memang membutuhkan daya komputasi cukup besar. Karena hal itulah belakangan ini kerap muncul kasus dimana hacker membobol komputer korban untuk mining, yakni dengan malware atau script yang disematkan pada situs web.

Rupanya makin banyak kumputer yang mereka bajak, semaki besar pula sumber kolektif untuk melakukan proses tersebut. Bahkan akhir-akhir ini kejadian semacam itu makin merambat luas kedalam  dunia gadget mobile.

Sementara itu Firma sekuriti mobile Malwarebytes mengungkapkan adanya serangan skala besar yang secara khusus menyasar pada Smartphone yang menggunakan sistem operasi Android.

BACA JUGA: Mengintip Fitur yang Dimiliki Android P!

Para hacker yang ikut terlibat dalam penggunaan metode iklan direct untuk bisa mengalihkan peramban mobile di sejumlah perangkat mobile ke sejumlah situs  yang berisi penambang mata uang virtual Monero (XMR). Angka CPU utilization yang menandakan pemakaian prosesor oleh proses mining pun  mengalami kenaikan.

Copyright ©kompas

Namun yang paling aneh, situs penambang mata uang virtual tersebut secara blak-blakan mengungkap terkait memanfaatkan perangkat Android pengunjung alias korban redirect untuk melakukan mining. Kemudian pada situs tersebut meminta korban untuk memasukkan captcha demi memastikan bahwa di korbat bukan “bot”.

BACA JUGA: 20 Smartphone yang Bakal Mencicipi Si Manis Android 8.0 Oreo!

Setelah memasukkan captcha, si korban akan kembali di giring ke laman beranda Google. Jika korban belum memasukkan captcha ini, situs akan terus menggunakan sumber daya perangkat korban secara maksimal untuk menambang uang virtual (cryptomining) tersebut.

Usut punya usut, metode yang digunakan oleh para hacker tersebut tidak bisa diketahui secara detail, akan tetapi diduga melibatkan aplikasi terinfeksi malware yang terunduh ke perangkat sang korban, dan kemudian menampilkan iklan untuk menuju ke situs mining.

Dalam sebuah laporannya, Malwarebytes menjelaskan terkait rata-rata korban yang dialihkan ini mereka yang menghabiskan waktu selama empat menit pada situs mining tersebut. Awalnya situs hanya dimuat sebagai pop-under agar si korban tak sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Meskipun setiap perangkat hanya diserap sumber dayanya untuk mining dalam hitungan menit, namun jumlah ponsel Android yang jadi korban cukup banyak. Bahkan jumlah trafik ke sejumlah situs mining itu diperkirakan mencapai 800.000 setiap harinya. Artinya, jumlah korban telah mencapai jutaan.

“Perangkat mobile mungkin tidak sekuat komputer desktop, namun jumlahnya lebih banyak” Ungkap analis malware di Malwarebytes, Jerome Segura.

BACA JUGA: Penerus Android Oreo, Android P Akan Dibalut Antarmuka Mirip iOS?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here