Oh, Ini Ternyata Penyebab Data NIK dan KK Bocor ke Publik!

0
4182
Copyright ©Viva

Simak Yuk Penyebab Data NIK dan KK Bocor ke Publik!

Oketekno.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Dalam Negeri kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mudah membagikan data atau file penting ke media sosial. Sebab, hal itu sama saja dengan memberitahu data-data penting kita ke publik.

“Hati-hati. Jangan meng-upload dokumen penting seperti NIK dan KK kita ke media sosial. Sekarang ini, kalau kita ketik ‘Kartu Keluarga’ maka dari Google akan keluar ribuan. Begitu juga KTP Elektronik,” Ujar Zudan Arif Fakhrulloh selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, Rabu 14 Maret 2018.

Menurut Zudan, perilaku masyarakat jaman sekarang yang suka show-off segala sesuatu, tak terkecuali memposting data pribadi di dunia maya harus dikurangi sebagai salah satu upaya untuk menekan jumlah penyalahgunaan yang sampai kini masih menjadi kontroversi.

BACA JUGA: Meski UU PDP Belum Sah, Tapi Penyalahguna NIK dan KK Tetap Akan Diproses Secara Hukum!

Di kesempatan yang sama pula, Ahmad M Ramli selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, menuturkan baik webiste atau gambar yang ada di Google Image, sebenarnya sudah diupayakan untuk dibersihkan oleh si raksasa teknologi tersebut. Tapi sayangnya muncul kembali.

Copyright ©Viva

Ramli mengatakan bahwa penghapusan kemunculan data pribadi di Internet akan terus dilakukan. Bahkan jika memang perlu, Ramli menyebut harus di-takedown secepatnya.

BACA JUGA: Pengamat Jelaskan Informasi Tersembunyi yang Ada di NIK dan KK!

“Kita sudah koordinasi dengan Dirjen Aptika Kominfo. Kita minta untuk di-takedownsemua. Sudah dilakukan (takedown sebelumnya) tapi kemudian muncul lagi. Ini banyak sekali orang iseng,”Ungkapnya.

Tak hanya itu, Ramli menyebut kalau Kominfo juga menjalin kerja sama dengan Bareskrim Polri guna menindaklanjuti penyebaran data-data pribadi seperti NIK dan KK di Internet.

Sementara itu, Kanit II Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi menjelaskan bahwa kini pihaknya tengah melakukan tahap penyelidikan terkait penyebaran data kependudukan di Internet. Bahkan ia mengaku telah berasil mengantongi sejumlah bukti yang diperlukan. Dengan adanya program registrasi ini, menurut Idam sangat membantu Polri untuk men-tracking pelaku penipuan.

“Kemungkinan modus penipuan lewat SMS atau telepon akan berkurangnya dengan registrasi ini. Kita juga identifikasi ada yang lewat situs seperti media sosial. Barang buktinya sudah kita amankan,” Pungkasnya.

BACA JUGA: Menkominfo Bantah Tegas Terkait Isu Adanya Data KK dan NIK di Beberkan ke Intelijen China!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here