Menkominfo, Operator, dan DPR Bahas NIK dan KK Pengguna Seluler, Data Aman!

0
293
Copyright ©Kompas

Menkominfo, Operator, dan DPR Bahas NIK dan KK Pengguna Seluler, Intip Yuk!

Oketekno.com – Tepat pada hari Senin, 19 Maret 2018 kemarin, Komisi I DPR  mengadakan pertemuan bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan sejumlah direktur operator telekomunikasi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di parlemen.

Dalam kesempatan itu, mereka membahas mengenai isu kebocoran data yang kian berhembus terkait proses Registrasi kartu SIM Prabayar yang menggunakan NIK dan KK yang berlangsung sejak tanggal 31 Oktober hingga 28 Februari lalu.

Dan Rudiantara pun memastikan bahwa tidak ada data yang bocor. Sebab, mekanisme registrasi yang melibatkan operator seluler dan Ditjen Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi perlindungan data pribadi.

BACA JUGA: Oh, Ini Ternyata Penyebab Data NIK dan KK Bocor ke Publik!

“Tidak ada yang bocor. Kominfo hanya memonitor jumlah yang teregistrasi. Kominfo tidak menyimpan data kependudukan. Operator juga cuma mendapat validasi setelah data yang masuk dicocokkan ke database Dukcapil,” Kata Rudiantara disela-sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di parlemen.

Copyright ©Kompas

Selain itu dirinya menuturkan ada empat hukum yang saat ini berlaku guna mencegah terjadinya kebocoran NIK dan KK pelanggan kartu prabayar.  Masing-masing adalah UU ITE, UU Sisminduk, UU Telekomunikasi, dan KUHP Pencurian. Tak hanya itu, pihak operator pun bahkan sudah memegang sertifikasi ISO 27001 tentang Standar Manajemen Keamanan Informasi.

BACA JUGA: Pengamat Jelaskan Informasi Tersembunyi yang Ada di NIK dan KK!

“Kami punya standar untuk melindungi. Kalau ada tuntutan pihak tertentu minta data kami, pasti kami tolak karena tidak sesuai aturan yang berlaku,” kata Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah, dalam kesempatan yang sama.

Bahkan sebelum program registrasi, pihaknya pun sudah menyimpan data pelanggan meski belum tervalidasi. Pasalnya sejak dulu prinsips mereka tidak akan pernah menyerahan data tersebut kepada pihak siapapun, kecuali jika diminta penegak hukum atau kondisi tertentu.

“Sebelum periode registrasi, kami juga sudah menyimpan data-data pelanggan meski belum tervalidasi. Dari dulu prinsipnya kami tidak pernah menyerahkan data itu ke siapa pun, kecuali diminta penegak hukum atas kondisi khusus,” Ungkap Joy Wahyudi selaku CEO sekaligus Presiden Direktur Indosat Ooreoo. Hanya saja, masih ada saja ada oknum yang menyalahugunakan data atau kelalaian dari masyarakat sendiri atau bahkan outlet pihak ketiga dari operator.

BACA JUGA: Menkominfo Bantah Tegas Terkait Isu Adanya Data KK dan NIK di Beberkan ke Intelijen China!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here