FB Blokir Perusahaan Analitik, Strategic Communications Laboratories Konsultan Donald Trump

0
278
fb
Copyright ©Pusatgratis

FB Blokir Konsultan Donald Trump

OKETEKNO.com – Tak hanya keras dalam memerangi Hoax sekaligus akun abal-abal yang menjadi sumbernya, FB juga Blokir Perusahaan Analitik Strategic Communications Laboratories yang merupakan perusahaan data yang bekerja sama dengan kampanye Donald Trump sehingga menjadi presiden Amerika Serikat.

FB melakukan aksi blokir alias mensuspend Cambridge Analitytica ini lantaran jaringan sosial tersebut menerima laporan bahwa perusahaan tersebut tidak menghapus data konsumen seperti yang sudah dijanjikan. Perusahaan tersebut juga ditengarai telah memiliki pengaruh buruk pada pemilih Inggris.

Baca Juga : Ternyata Facebook Diam-diam Luncurkan Aplikasi WiFi Super Cepat Untuk Indonesia!

Pembolokirannya sendiri diumumkan oleh manajemen FB pada Jumat 16 Maret 2018 waktu setempat. Disana dinyatakan bahwa FB menerima laporan bahwa perusahaan tersebut tidah menghapus data yang diterima dari pengembang aplikasi, walaupun pihak perusahaan tetap menyangkal bahwa dirinya sudah melakukan hal tersebut.

facebook-6
Copyright ©zdnet

Data tersebut diberikan kepada perusahaan oleh Aleksandr Kogan, dimana dirinya merupakan seorang Profesor di Cambridge yang secara sah memperoleh akses ke data pribadi pengguna FB. Namun kemudian melanggar dengan menyampaikannya pada pihak ketiga.

Dilaporkan pada tahun 2015 lalu, Pihak FB telah menghapus aplikasi Kogan dan meminta kepastian apakah data terebut telah dihancurkan atau belum. Akhirnya pada waktu yang bersamaan Cambridge Analytica dan Kogan serta vendor ketiga Christopher Wylie dari Eunoia Technologies semuanya menandatangabi perjanjian bahwa telah menghancurkannya.

Baca juga: Facebook Dkk Diblokir di Sri Lanka, Apa Ini Penyebabnya?

Namun setelah diseldiki lebih lanjut, ternyata pernyataan tersebut tak benar-benar dilaksanakan. Sehingga wakil presiden FB, Paul Grewal menyatakan gerakan agresif demi menentukan keakuratan kalim yang telah dibuat.

“Kami bergerak agresif untuk menentukan keakuratan klaim ini,” wakil presiden Facebook dan wakil penasihat umum, Paul Grewal.

Kemudian Paul menambahkan bahwa jika memang benar kesepakatan ini telah dilanggar maka kepercayaan dan komitmen apapun dari perusahaan tersebut tidak bisa diterima.

Cambridge Analytica bekerja untuk kampanye Ted Cruz pada tahun 2015. Lalu untuk Trump pada tahun 2016. Perusahaan tersebut mengatakan, mereka menggunakan metode yang disebut “psikografis” untuk memahami perilaku. CEO perusahaan telah membual bahwa hal itu “memprofilkan kepribadian setiap orang dewasa di Amerika Serikat. Amerika Serikat – 220 juta orang.”

Baca Juga: Ini Lho Tips Seru Gunakan Facebook Transparan di Smartphone Android!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here