Waduh, Facebook Terlibat Skandal Bocornya Data Pengguna Puluhan Juta Pengguna?

0
684
Facebook -
Copyright ©Engadget

Facebook Terlibat Skandal Bocornya Pengguna!

Oketekno.com – Sebuah perusahaan analis data yakni Cambridge Analytica (CA), dilaporkan terlibat dalam skandal terkait kebocoran data puluhan juta pengguna aplikasi Facebook.

Usut punya usut, perusahaan yang pernah  bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, itu dianggap telah memanfaatkan jutaan data guna membuat sebuah program software yang hebat sehingga dapat memprediksi serta mempengaruhi pemilihan suara.

Seperti yang dilansir dari The Guardian pada hari Selasa 20 Maret 2018, Christopher Wylie seorang whistleblower mengatakan kepada Observer The Guardian, terkait bagaimana CA menggunakan informasi personal diambil tanpa mendapatkan izin di awal tahun 2014 silam yang dimanfaatkan untuk membangun sebuah sistem yang bisa menghasilkan profil pemilih individual Amerika Serikat.

BACA JUGA: Ternyata Facebook Diam-diam Luncurkan Aplikasi WiFi Super Cepat Untuk Indonesia!

Rupanya hal tersebut dilakukan untuk menargetkan mereka dengan sejumlah iklan politik yang sudah dipersonalisasi. Diketahui, CA merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh miliarder Robert Mercer dan pada saat itu dimpimpin oleh penasihat utama Trump, Steve Bannon.

Facebook
Copyright ©tabloid pulsa

“Kami mengekspolitasi Facebook dan “memanen” jutaan profil orang-orang. Kami membuat berbagai model untuk mengeksploitasi apa yang kami tahu tentang mereka dan menargetkan ‘isi hati’ mereka. Itulah dasar keseluruhan perusahaan dibangun,” Kata Wylie.

BACA JUGA: WhatsApp Kok Dilarang Berbagi Data dengan Facebook?

Dokumen yang dilihat oleh Observer dan dikonformasi pernyataan pihak Facebook,  menunjukkan bahwa perusahaan pada akhir 2015 mengetahui ada kebocoran data yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun sayang, kala itu FB mengaku gagal memperingatkan para pengguannya. Meski gagal, tapi mereka berusaha melakukan sedikit untuk memulihkan dan mengamankan informasi lebih dari 50 juta penggunanya.

Dari laporan laporan New York Times, salinan pengambilan data untuk CA masih dapat ditemukan di internet. Tim media tersebut, juga dilaporkan melihat ada beberapa data yang masih mentah. Semua data dikumpulkan melalui sebuah aplikasi yakni thisisyourdigitallife.

Melalui perusahaannya, Global Science Research (GSR) melakukan kolaborasi dengan CA, membuat ratusan ribu pengguna dibayar untuk menjalani pengujian kepribadian serta menyetujui yang kemudian data mereka diambil guna kepentingan akedemis. Tak hanya itu saja, aplikasi tersebut juga digunakan untuk mengumpulkan informasi  dari test-taker teman-teman di Facebook, yang menyebabkan akumulasi puluhan juta data.

Selain dugaan keterlibatan CA dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, perusahaan dan Facebook saat ini menjadi pusat penyelidikan mengenai data dan politik oleh British Information Commissioner’s Office.

BACA JUGA: Facebook Siapkan Fitur AR Pada Layanannya, Seperti Apa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here