Aleksandr Kogan, Pria Yang Diduga Membocorkan Jutaan Data Facebook!

0
928
Copyright ©Viva

Aleksandr Kogan Bantah Tudingan Terkait Dirinya Membocorkan Jutaan Data Facebook!

Oketekno.com –  Seorang ilmuwan data yang disebut-sebut telah menjual data sebanyak 50 juta pengguna Facebook, Aleksandr Kogan, dengan tegas membantah tudingan tersebut. Kogan menganggap bahwa dirinya hanya dijadikan sebagai kambing hitam dalam kasus ini.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan bersama Guardian pada hari Rabu 21 Maret 2018, Kogan mengatakan bahwa dirinya yang menggunakan data profil para pengguna Facebook tapi ribuan developer dan ilmuwan data lainnya. Mereka disebut-sebut sudah melakukan metode yang sama guna mengumpulkan informasi terkait profil dari pengguna media sosial FB.

“Menggunakan data pengguna (Facebook) untuk keuntungan komersil adalah bisnis model mereka. Saya tidak merasa hal itu melanggar aturan mereka,” Kata Kogan dalam acara wawancara tersebut.

BACA JUGA: Pendiri WhatsApp Ikutan Suarakan Hapus Facebook? Kenapa?

Pria berusia 32 tahun ini mengakui bahwa dirinya memang sudah mengantongi informasi dari 30 juta penduduk Amerika melalui aplikasi uji personalitas yang dibuatnya sejak 2014 silam. Kemudian ia pun memberikan data tersebut ke Cambridge Analytica, kemudian perusahaan itu berhasil mendapatkan proyek  guna membantu proses kampanye Trump.

Copyright ©Engadget

Lalu pihak FB sendiri menuturkan jika pada tahun 2015 silam, pihaknya sudah mengetahui terkait aksi yang dilakukan Kogan yang menjual data pengguna ke Cambridge Analytica. Selanjutnya FB pun meminta Kogan dan partnernya itu untuk segera menghapus data tersebut karena telah menyalahi aturan yang telah disepakati.

BACA JUGA: Puluhan Juta Data Bocor, Pendiri Facebook Masih Bungkam?

“Aleksandr Kogan telah berbohong dan menyalahi kebijakan di platform kami dengan membagi data dari sebuah aplikasi ke pihak ketiga,” tulis Paul Grewal, VP and Deputy General Council Facebook. Setelah masalah yang dialami FB ini menyebar dan sempat menurukan saham perusahaan hingga 9 persen.

Seperti yang diketahui, Kogan sendiri merupakan warga negara Amerika Serikat keturunan Rusia.Kogan telah bekerja untuk Cambridge University sejak 2012 lalu. Ia mengaku tidak membawa semua isi dari kebijakan tersebut serta aturan yang di platform besutan Mark Zukcerberg tersebut.

“Menurut pendapat saya, saya hanyalah dijadikan kambing hitam oleh Facebook dan Cambridge Analytica. Jujur, saya pikir, saya telah melakukan hal yang wajar. Kami kira hal ini adalah sebuah aksi yang normal,” Jelas Kogan.

BACA JUGA: Terungkap! Ternyata Ini Misi Mark Zuckerberg Ciptakan Facebook Kala Berusia 19 Tahun!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here