Waduh Tak Cuma Facebook, Pengguna Juga Disarankan Hapus Instagram?

0
1698
Instagram
Copyright ©Viva

Pengguna Juga Disarankan Hapus Instagram, Apa Ini Alasannya?

Oketekno.com – Selama beberapa hari ini Facebook terus jadi bahan perbincangan hangat di kalangan netizen. Hal ini dikeranakan setelah pihaknya dikabarkan ikut terjerat dalam skandal pencurian data pribadi sebanyak 50 juta pengguna oleh perusahaan konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica, yang keseluruhannya dari Amerika Serikat.

Kasus pencurian data secara besar-besaran yang dinamakan Skandal Cambridge Analytica ini, rupanya tidak hanya menyeret nama FB saja, namun anak usahanya pun juga terkena imbasnya.

Melansir dari situs Mashable pada hari Kamis 22 Maret 2018, pengguna media sosial pun disarankan untuk waspada terhadap jejaring sosial Instagram. Selain milik FB, aplikasi untuk berbagi foto atau video itu memiliki sekitar 800 juta pengguna aktif setiap bulannya.

BACA JUGA: Instagram Bakal Hadirkan Regram!

Zeynep Tufekci mengatakan bahwa IG menggunakan data pengguna IG untuk mendapatkan iklan, rupanya cara ini juga diterapkan di FB. “Mereka (Instagram) memanfaatkan data pengguna menggaet iklan. Pola ini juga dilakukan Facebook. Ini yang harus pengguna Instagram khawatirkan,” kata saintolog dan sosiolog, Zeynep Tufekci.  Bahkan menurut Zeynep, IG merupakan tempat strategis bagi penguntit perusahaan.

Instagram - Tekknologitoday
Instagram – Copyright ©Tekknologitoday

Usut punya usut, aplikasi ini memungkinkan pengiklan untuk membangun profil terperinci yang menggambarkan target yang mereka inginkan, dengan menggunakan skor kategori dan subkategori, mulai dari afiliasi politik hingga tingkat pendidikan pengguna.

BACA JUGA: Tips Memotret Makanan Agar Terlihat Instagramable

Dengan memanfaatkan data ini, maka pengiklan bisa menargetkan kelompok tertentu di Instagram. Hal ini pun sangat mirip seperti yang dilakukan di FB. “Jadi, skandal sebenarnya bukanlah Cambridge Analytica. Karena itu adalah model bisnis fundamental Facebook,” kata Zeynep.

Zeynep menambahkan bahwa hampir tak mungkin untuk mengatakan banyak pengembang lainnya yang menggunakan data dari FB, dan IG untuk tujuan yang tidak sesuai.

Zeynepe mengatakan kalau troll Rusia menggunakan data demografis  terperinci yang sama yang disediakan bagi pengiklan. Ia menyebut kalau masalah ini tidak akan ada solusi yang konkret. Zeynepe menyarankan kepada semua pengguna untuk segera menghapus FB maupun anak buahnya, IG.

“Ini sumber masalahnya. Dan sayangnya, masalah ini tidak ada solusi yang konkret. Jadi, singkatnya adalah hapus Facebook dan Instagram Anda. Itu saja,” Jelas Zeynepe.

BACA JUGA: Sssst..Ini Lho Deretan Hashtag Instagram Populer Ampuh untuk Menambah Followers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here