Cara Go-Jek Supaya Mitra Tak Pakai Aplikasi Tuyul!

0
1576
Copyright ©Kompas

Simak Yuk Cara Go-Jek Supaya Mitra Tak Pakai Aplikasi Tuyul!

Oketekno.com –  Tak hanya menyuarakan gerakan #HapusTuyul, saat ini Go-Jek pun dikabarkan sedang sibuk dengan persiapan sistem keamanan yang bisa mendeteksi apakah mitra menggunakan aplikasi GPS palsu atau tidak. Lalu bagaimana cara kerja dari sistem tersebut?

Melalui sebuah video yang diunggah di akun Twitter resminya pada hari Senin 20 Maret 2018 lalu, Sam Diah selaku Vice President Dynamic Culture mengatakan bahwa setidaknya ada beberapa langkah untuk antisipasi dalam sistem keamanan yang tengah dikembangkan tersebut.

Sam mengatakan bahwa mitra yang ketahuan menggunakan GPS palsu maka akan menerima sebuah notifikasi berupa peringatakan melalui ponsel miliknya. Kemudian dalam 7 hari kemudian, mitra masih diberikan kesempatan untuk menghapus aplikasi tuyul itu.

BACA JUGA: Si Manis Android Oreo Mulai Sapa Pengguna Samsung Galaxy Note 8!

“Tujuh hari itu terhitung sejak Anda (mitra) mendapat notifikasi peringatan,” Kata Sam dalam sebuah acara perrtemuan dengan mitra seperti dari rekaman video di akun Twitter resminya itu.

Copyright ©Kompas

Namun jika sang mitra tetap saja tak peduli meski sudah ada peringatan yang muncul diponselnya dan tetap tidak menghapus aplikasi GPS palsu itu, maka hal itu akan merugikan dirinya sendiri. Sebab mitra yang menggunakan aplikasi GPS palsu itu tidak akan bisa mencarikan bonus yang telah ia dapatkan. “Meski di aplikasi masih tertera ada bonusnya, tapi tetap tidak bisa dicairkan,” lanjutnya.

BACA JUGA: OnePlus 6 Bakal Punya Desain Poni Ala iPhone X?

Setelah itu, mitra Go-Jek akan diberi sanksi suspend dengan jangka waktu yang sesuai tingkat pelanggaran. Dengan begitu mitra tidak akan dapat mencari penumpang dalam waktu tertentu.

Namun jika sewaktu-waktu mitra tersebut masih berani melanggar dan terindikasi menggunakan aplikasi GPS palsu pada ponselnya, maka yang hukuman paling berat yang harus diterima yakni pemutusan kerjasama mitra.

Seperti yang diketahui, sebutan Tuyul pada ojek online merupakan kecurangan di mana driver Go-Jek menggunakan aplikasi GPS palsu untuk mendapat penumpang meski berada jauh dari lokasi. Tentu ini merugikan konsumen karena mengacaukan estimasi waktu kedatangan driver.

Tak hanya itu, aplikasi GPS palsu juga digunakan untuk membuat order fiktif. Dimana dengan order fiktif ini pengemudi dapat mengantongi keuntungan meski dirinya tetap berada di tempatnya. Kasus ini bisa dikatakan sebagai salah satu tindak pidana. Bahkan pada bulan Februai lalu ada 12 tersangka yang membuat order fiktif dengn menggunakan aplikasi tuyul itu.

BACA JUGA: Waduh, 5 Juta Smartphone Android Diduga Terinfeksi Malware RottenSys?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here