Grab Resmi Caplok Uber, Saingan Utama Tersisa GoJek

0
1030
anthony tan co founder grab
Anthony Tan co founder grab Copyright ©Republika

Uber Diakuisisi Oleh Grab, Persaingan dengan GoJek Makin Ketat

OKETEKNO.com – Desas-desus tentang kabar yang menyebutkan bahwa Grab akan bergabung dengan Uber ternyata sudah mulai menemui titik terang. Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa Grab saat ini sudah mengakuisisi unit bisnis dari perusahaan Amerika tersebut.

Sumber yang menyebutkan bahwa Uber sepakat dengan menjual seluruh operasional bisnis di kawasan Asia Tenggara kepada salah satu saingannya yakni Grab.

Baca Juga: Wow, Dominasi Gojek Disebut Bakal Bisa Seperti Google!

Nantinya Uber akan menyerahkan seluruh layanan, baik itu jasa berbagi tumpangan maupun pengiriman makanan kepada perusahaan yang mulai operasional sejak Juni 2012 tersebut.

Softbank Group, yang punya peran besar dalam proses akuisisi Uber untuk kawasan Asia Tenggara ini merupakan perusahaan teknologi dan investor penanam modal terbesar dari kubur Grab, sekaligus pemegang saham mayoritas di Uber.

Grab Akuisisi Uber
Grab Akuisisi Uber Copyright ©SriwijayaPost

Perusahaan asal jepang tersebut berperan besar dalam konsolidasi untuk menyeimbangkan neraca keungan Uber yang rata-rata menggelontorkan milliaran dollar AS tiap tahun. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh SoftBank dalam akuisisi operasional Uber di China oleh Didi Chuxing.

Sebelumnya, Uber juga telah menjual unit bisnis platform ride sharing tersebut di china pada 2016 sejak dipimpin oleh CEW Travis Kalanick.

Baca Juga: Uber Akan Serahkan Bisnis Asia Tenggara ke Grab, Benarkah?

Kemudian, langkah serupa juga dilakukan di Rusia pada Februari lalu dengan Yandex sebagai pihak yang mengakuisisi.

Dijualnya operasional Uber Asia Tenggara kepada Grab ini dimungkinkan mampu meningkatkan keuntungan pada perusahaan yang berkantor di pusat California tersebut.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat Uber telah mengeluarkan lebih dari USD 10 Miliar sejak berdiri pada 2009 lalu.

Nantinya, Uber masih akan memiliki saham sekitar 25 sampai 30 persen dalam unit bisnis gabungan bersama dengan Grab.

Dengan keluarnya Uber dari peta persaingan ini, praktis tinggal ada dua nama tersima bisnis berbagi tumpangan di Asia Tenggara yakni Gojek dan Grab. Siapakah yang akan mampu bertahan lebih lama?

baca Juga: Taksi Terbang Uber Dipastikan Akan Meluncur Tahun 2020, Ini Kecanggihannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here