Susahnya Pisah dari Facebook, Emang Bikin Nagih!

0
372
facebook
Copyright ©kompas

Ketagihan Jadi Salah Satu Alasan Berpisah Dari Facebook!

Oketekno.com – Usai terjadinya skandal pencurian data puluhan juta pengguna Facebook hingga munculnya hashtag bertuliskan #DeleteFacebook ramai menjadi trending topik khususnya di Twitter pada minggu lalu, tapi nyatanya banyak orang yang tidak mampu meninggalkan media sosial besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Baru-baru ini ada seorang Digital Detoxer, Tanya Goodin, menyebutkan bahwa media sosial tersebut memang didesain sedemikian rupa agar melekat dengan penggunanya. Goodin menyebut pengguna tidak mengetahui kapan akan ada like atau komentar  jika tidak sering-sering dicek. “Karena Anda tidak tahu kapan akan ada ‘Like’ atau komentar yang datang. Anda secara impulsive mengeceknya,” katanya seperti yang dilansir dari situs the Sun pada hari Senin, 26 Maret 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan jika mendapatkan like atau komentar, otak pengguna seperti mendapatkan semacam dopamine, yang merupakan bahan kimia yang membuat manusia merasa senang.

BACA JUGA: Facebook Melacak Riwayat Telepon Pengguna Android!

Rupanya perasaan bahagian inilah yang membuat para pengguna setia  tak  mau berlama-lama meninggalkan akun mereka. Bahkan menurut Goodin, bermain Facebook kemungkinan besar dapat mengubah pengguna punya kepribadian adiktif terhadap media sosial.

facebook
Copyright ©techsport

Kendati demikian, ia menambahkan beberapa pengguna lainnya tidak sepenuhnya kecanduan dengan aplikasi yang satu ini. Namun mereka hanya merasa senang ketika mendapatkan feedback di akunnya itu.

BACA JUGA: Ketik Kata BFF untuk Cek Keamanan Facebook Ternyata Cuma Hoaks!

Seperti yang diketahui, beberapa peneliti mengatakan ada banyak pengguna ponsel pintar sangat sulit untuk melepaskan diri dari perangkatny, dan sebagian diantaranya mengaku merasa kehilangan jika tidak memainkan jejaring sosial asal Amerika Serikat itu.

Oleh karena itu, Goodin mengtakan bahwa seharusnya pihak FB juga tidak perlu memaksakan untuk langsung memutuskan hubungan dengan media sosial tersebut. “Software itu didesain secara spesifik untuk membuat kita selalu kembali, kita tidak harus mengalahkan diri kita sendiri tentang fakta terlalu sulit untuk tidak menggunakanya,” jelas Goodin.

Meski dikatakan tidak perlu berusaha keras untuk melepaskan diri dari media sosial tersrbut, namun Goodin menyebut bahwa beberapa peneiliti juga mengatakan jika pengguna dapat lepas dari FB secara permanen, maka dipasrikan pengguna tersebut akan merasa lebih bahagia dari biasanya.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu yang lalu Facebook dikabarkan ikut terjerat dalam skandal pencurian data pribadi sebanyak 50 juta pengguna oleh perusahaan konsultan politik Inggris, Cambridge Analytica, yang keseluruhannya dari Amerika Serikat.

BACA JUGA: Christopher Wylie, Si Pengungkap Kebocoran Jutaan Data Pengguna Facebook!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here