Sistem AI Facebook Lebih Mudah Deteksi Puting Dibanding Ucapan

0
357
Facebook pembesar
Copyright ©RT

Ujaran Kebencian Masih Tersebar Luas, Facebook Kembangkan Sistem AI dan Andalkan SDM Juga

Oketekno.com – Menurut laporan resmi yang diberikan oleh pihak Facebook, telah diketahui ada lebih dari 1.9 juta konten terorisme yang berhasil dihapus permanen dari layanan sosial media miliknya itu. Akan tetapi sayangnya, untuk perkataan yang melanggar aturan alias ujaran kebencian alias hate speech masih banyak yang tersebar luas.

Untuk menanggapi akan hal tersebut, Mark Zuckerberg selaku menjadi penjabat tertinggi di Facebook telah memberikan alasan jitu mengapa konten seperti ini masih merajalela. Ia menyatakan kalau sistem AI miliknya lebih mudah untuk mendeteksi puting (foto) jika dibandingkan dengan ujaran kebencian.

Simak Nih: Cara Hack FB Teman Secara Diam-diam!

CEO Facebook ini telah berpendapat kalau sistem kecerdasan buatan alias AI cukup kesulitan jika melakukan pendeteksian terhadap bahasa dialek, konteks serta menentukan sebuah pernyataan apakah yang diucapkan itu mengandung unsur kebencian atau tidak.

Hate Speech
Copyright ©BetaNews

Selain itu, ketika Mark tengah dihadapkan dengan wakil rakyat AS, Ia juga telah mengatakan kalau pihaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghapus ujaran kebencian ini secara menyeluruh dari platformnya.

Disisi lain, para kalangan ahli telah menyatakan kalau Computer Vision alias pengenalan obyek oleh komputer ini merupakan teknologi AI terbaik, akan tetapi jika digunakan untuk menganalisa natural language processing alias NLP masih kurang akurat.

Ketahui Yuk: FB Diam-diam Luncurkan Aplikasi WiFi Super Cepat Untuk Indonesia!

Untuk computer vision milik facebook ini akan lebih mudah mengenali dan menyeleksi dengan mudah bagaimana wujud konten yang tergambar saja, seperti bendera ISIS maupun beberapa orang tanpa busana alias telanjang jika dibandingkan dengan berbagai macam omongan alias celaan terhadap etnis tertentu.

Contohnya saja seperti konflik etnis yang telah terjadi di wilayah Myanmar dan Sri Lanka, Facebook juga menjadi target utama omelan dari berbagai Negara mengenai permasalahan tersebut. Banyak yang menganggap kalau Algoritma miliki raksasa Sosial Media ini masih lemah karena berbagai macam ujaran kebencian masih tersebar luas di berbagai Negara melalui layanan yang dibawah naungan Mark Zuckerberg ini.

Meski begitu, Mark juga tidak pantang menyerah karena saat ini Facebook tengah mengembangkan sistem AI miliknya menjadi lebih baik dan merekrut puluhan ribu orang untuk fokus terhadap masalah ini yang mana baru bisa diketahui hasilnya beberapa waktu mendatang.

baca juga: Cara Menjaga Rahasia Kita dari fb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here