Tidak Ingin Disalahkan Lagi, Masalah Baru Facebook Ini Dilempar ke Penggunanya

0
722
Blokir Facebook
Copyright ©TrbunNews

Facebook Salahkan Pengguna Karena Tuduhannya Sendiri 

Oketekno – Mungkin berbagai macam permasalahan yang tengah dialami Facebook beberapa bulan terakhir ini sudah bukan menjadi hal yang asing bagi semua kalangan pengguna Sosmed. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang telah dihadapi oleh raksasa sosial media tersebut dan sebagian besar yang menjadi permasalahan adalah tentang kebocoran privasi penggunanya.

Perlu diketahui bahwa pada bulan Desember 2018 kemarin, FTC (Federal Trade Commission alias Komisi Perdagangan Federal)  Amerika Serikat telah mengeluarkan dokumen internal yang memuat tentang keluhan pengguna Facebook karena pelanggaran privasi. Untuk privasi pengguna yang dibocorkan ini merupakan anggota yang tergabung di “Closed Group”.

Simak Nih: Setelah Sekian Lama, Niat Buruk Facebook Terhadap WhatsApp Baru Terlihat

Privasi mereka diduga telah dibocorkan ke pengiklan dan beberapa pihak yang seharusnya tidak dapat mengaksesnya. Dan perlu diketahui bahwa untuk Closed Group ini sering dijadikan tempat kaum minoritas atau penderita penyakit tertentu. Diantaranya yakni seperti grup orang tua dan anak transgender, penderita HIV, hingga kalangan yang pernah alami kekerasan s*ksual.

Facebook Pay
Copyright ©InvestCorrectly

Atas tuduhan tersebut, pihak Facebook menyalahkan penggunanya balik yang memiliki pemikiran kalau identitasnya bakal tersamarkan ketika bergabung ke Closed Group. “Kami menjunjung tinggi penggunaan identitas asli dalam interaksi di Facebook. Sangat jelas bahwa semua orang yang tergabung di grup tertentu akan saling tahu identitas antar sesama anggota.” Begitulah ungkap perwakilan perusahaan.

Namun sayang, dalam keterangannya ini tidak menanggapi soal informasi pribadi yang diumbar ke pengiklan. Kemudian pihak FTC telah mengungkap kalau algoritma yang dimiliki oleh raksasa sosial media ini secara aktif terus mendorong para penggunanya untuk bergabung ke Closed Group dengan isu sensitif, salah satunya yakni terkait kondisi medis tertentu.

Tidak hanya itu saja, FTC juga mengklaim kalau pihak Facebook telah membangun narasi ambigu dimana dapat membuat para penggunanya memiliki pemikiran kalau konten yang saling dikirimkan sudah terjaga kerahasiannya. Mengenai pertikaian yang terjadi diantara keduanya, pihak Kongres Amerika Serikat langsung menanggapi permasalahan tersebut dan pihak FB diminta untuk datang ke lembaga legislatif pada tanggal 1 Maret 2019 guna memberikan penjelasan tentang masalah tersebut.

baca juga: Sering Sebar Ancaman, Pengguna Facebook Bakal Dimasukkan ke dalam BOLO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.