Dua Pembuat Kuis Ini Dituntut Facebook Karena Curi Data Pengguna

0
611
Apl Facebook
Copyright ©Pricebook

Facebook Laporkan Dua Pelaku Pencuri Data Penggunanya

Oketekno – Baru-baru ini ada informasi lagi dari Facebook dengan topik permasalahan pencurian data, akan tetapi kali ini bukan raksasa sosial media yang dituduh sebagai pelakunya, melainkan perusahaan Mark Zuckerberg inilah yang melayangkan gugatannya kepada pihak pengadilan.

Dua sosok yang menjadi targetnya adalah pria asal Ukraina, mereka bernama Gleb Sluchevsky dan Andrey Gorbachov. Dalam keterangan yang dilaporkan, keduanya selama setahun terakhir ini telah melakukan aksi pencurian ribuan data pengguna yang ada di Facebook.

Simak Nih: Facebook Ingin Tiru WeChat, Tidak Banyak Iklan Tapi Lebih Menguntungkan

Mereka telah melancarkan aksinya tersebut dengan cara menggunakan aplikasi jahat yang begitu menjanjikan untuk dipasang di Smartphone. Aplikasi yang dimaksudkan ini berupa kuis ringan dimana dapat membaca karakter maupun kepribadian dari sang penggunanya.

Facebook a
Copyright ©flipboard

Pihak Facebook telah mengajukan gugatannya ini pada hari Jum’at, 8 Maret 2019 kemarin atas tuduhan kepada kedua tergugat telah melakukan pelanggaran Undang – Undang Tentang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer serta mengakses data Fb tanpa otorisasi.

Ketahui Yuk: Bug Baru Facebook Messenger, Bisa Bocorkan Privasi Obrolan Penggunanya

Sebagaimana yang tertulis dalam dokumen gugatan oleh Facebook ini telah menuduh kalau Sluchevsky dan juga Gorbachov telah menipu para penggunanya, mereka menerapkan taktik menyarankan pengguna untuk memasang Plug-in jahat pada web browser miliknya. Ada 4 aplikasi web yang telah dibuat, dua diantaranya yakni “Supertest” dan “Fquiz”, dimana semuanya telah memancing pengguna untuk menyerahkan data pribadi mereka.

Aplikasi tersebut telah memanfaatkan layanan Facebook sebagai akses Login dengan mudah, dan dalam ketentuan privasi aplikasi tersebut, sistem hanya menyimpan informasi secara terbatas, akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Nah, informasi pribadi inilah yang nantinya digunakan untuk menebak karakter pengguna, sekaligus dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh pelaku.

Tidak hanya itu saja, aplikasi juga akan mengarahkan pengguna untuk memasang ekstensi di browser web mereka, dan mengaksesnya menggunakan akun FB. Selain itu, sosial media lainnya juga dapat diretas seluruh data-data pribadinya. Namun, berdasarkan informasi yang dilansir dari laman The Verge, aplikasi ini hanya menargetkan pengguna di wilayah Rusia dan Ukraina.

baca juga: Uji Coba Pembaruan, Facebook Android Jadi Polos Serba Putih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.