Janji Baru Facebook Mengenai Peningkatan Teknologi AI Deteksi Video

0
1340
AI Facebook Video
Copyright ©Recode

Facebook Tingkatkan Teknologi AI

Oketekno – Belum lama ini masyarakat tengah dihebohkan dengan adanya penyebaran video penembakan di Masjid Selandia Baru. Salah satu platform terbesar yang memberikan sajian konten tersebut adalah Facebook. Diketahui kalau video yang beredar luas telah ditonton sebanyak 4000 kali oleh pengguna sebelum pada akhirnya dihapus.

Tentu saja sebagai platform sosial media terbesar di Dunia, Facebook dianggap kurang sigap dalam menanggapi permasalahan seperti itu. Dengan tersebarnya video ini menjadikan penggunanya mengalami rasa kekhawatiran berlebih akan sesuatu, dan konten-konten seperti ini memang seharusnya tidak boleh disebarkan secara luas.

Simak Nih: Pengakuan Facebook Soal Password Pengguna yang Tidak Disembunyikan

Bukan hanya itu saja, bahkan Facebook juga menjadi sorotan lantaran pihaknya tidak lekas menghentikan video siaran ketika terjadi aksi penembakan tersebut. Namun, pihak pengembang tidak tinggal diam dan segera menanggapi beragam komentar buruk tentangnya yang tersebar luas di Jagat Maya.

Facebook hand
Copyright ©Daily Mail

Sebagaimana dilansir dari laman BGR, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, pihak Facebook tengah berencana untuk meningkatkan teknologi AI yang cocok dengan memberikannya kekuatan untuk mendeteksi audio juga.

Ketahui Yuk: Cara Agar Selalu Terlihat Offline di Facebook Messenger

Perlu diketahui bahwa selama ini raksasa sosial media tersebut selalu mengandalkan AI Platform yang mana berfungsi cepat untuk melakukan pendeteksian video, mulai dari tindakan bunuh diri atau kejadian berbahaya lainnya. Akan tetapi setelah melihat kejadian kemarin, sepertinya video penembakan tidak terdeteksi oleh sistem tersebut sehingga lolos dari banned.

Facebook VP of Integrity bernama Guy Rosen dalam laman resmi blog fb telah mengungkap kalau AI yang dimilikinya masih belum mampu membedakan pembantaian dalam kehidupan nyata seperti itu dengan video game FPS seperti PUBG, Counter Strike, hingga Call of Duty. Kemudian, disebutkan kalau video live ini sebenarnya disaksikan tidak kurang dari 200 orang, akan tetapi telah diunduh dan disebar lagi oleh pengguna lain di sosmed.

Di Facebook sendiri, diakui kalau sebanyak 1.5 juta salinan video telah dihapus, dimana 1.2 juta diantaranya telah dihapus ketika hendak diunggah. Bukan cuma mengakui kesalahan sistemnya yang kurang canggih, melainkan raksasa sosmed ini juga menyalahkan penggunanya yang tidak langsung melapor akan konten tersebut.

baca juga: Fitur Baru Facebook Messenger Ini Membuatnya Makin Mirip dengan WhatsApp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.