Kasus Besar Cambridge Analytica Facebook Ternyata Kebohongan?

0
238
AI Facebook Video
Copyright ©Recode

Kebenaran Soal Pengetahuan Facebook Pertama Pencurian Data

Oketekno – Sejak pertengahan tahun kemarin, Facebook tengah dilanda dengan permasalahan pencurian data massal dari firma analisis politik, Cambridge Analytica. Diduga kalau sang raksasa sosial media tersebut telah menjual data privasi para penggunanya kepada lembaga riset dan penelitian tersebut.

Namun ternyata, belum lama ini ada informasi baru yang cukup mengejutkan dimana Facebook disebutkan kalau sudah mengetahui praktek pengerukan data tersebut lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Dan tanggapannya ya biasa saja.

Simak Nih: Facebook Resmi Perkenalkan Gadget Baru Seru-Seruan di Dunia Virtual

Sebagaimana informasi yang dilansir dari laman Tech Crunch, salah seorang Manager Senior Facebook yang bermarkas di Washington DC, AS telah memperingatkan rekannya mengenai praktek ini sejak bulan September 2015. Akan tetapi, pihak perusahaan sendiri mengungkap kalau praktek ini baru diketahui bulan Desember 2015 atau 3 bulan setelah pengetahuan pertamanya.

Facebook CA
Copyright ©Getty Images

Untuk informasi tersebut telah didapatkan dari dokumen persidangan yang dilayangkan di kantor jaksa agung Washington, DC. Praktek pengambilan data massal sebanyak 87 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica ini pertama kali diketahui saat media Inggris, yakni Guardian telah melaporkannya.

Ketahui Yuk: Cara Agar Selalu Terlihat Offline di Facebook Messenger

Perlu diketahui bahwa untuk Cambridge Analytica sendiri telah mendapatkan jutaan pengguna itu dari aplikasi kuis kepribadian yang mana telah dikembangkan oleh peneliti Aleksandr Kogan dan perusahaan miliknya bernama GSR. Dengan adanya hal tersebut, ada pertanyaan baru yang muncul yakni apakah Facebook berbohong di depan regulator?

Namun ternyata perbedaan tersebut dikarenakan oleh suatu hal dimana ini berasal dari pembelaan cepat Juru bicara Facebook. Telah dinyatakan kalau memang pengetahuan pengerukan data ini diketahui sejak bulan September 2015, akan tetapi perusahaan menganggap kalau permasalahan seperti itu sudah biasa terjadi di layanan internet manapun.

“Pada bulan September 2015 memang pegawai mendengar spekulasi kalau Cambridge Analytica mengeruk data, dan ini umum terjadi di layanan internet manapun. Pada bulan Desember 2015, kami pertama kali mengetahui lewat laporan media bahwa Kogan menjual data kepada Cambridge Analytica, dan kami langsung bertindak. Itu merupakan dua hal yang berbeda,” begitulah tanggapan juru bicara Facebook soal kasus tersebut.

baca juga: Janji Baru Facebook Mengenai Peningkatan Teknologi AI Deteksi Video

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.