WhatsApp Akui Lacak Pesan Penggunanya?

0
881
WhatsApp Encrypt
Copyright©Android Community

WhatsApp Bisa Buka Enkripsi Kalau Memang Diperlukan

Oketekno – Layanan WhatsApp memang menjadi yang populer di Dunia, platform ini telah menjadi andalan oleh setiap kalangan di beberapa Negara, termasuk Indonesia salah satunya. Memang sih, selain kemudahan dalam berinteraksi melalui layanan tersebut, para pengguna juga merasa aman sebab adanya fitur enkripsi end-to-end yang ditawarkan sehingga hanya pengirim dan penerima saja yang dimungkinkan untuk membacanya.

Akan tetapi beberapa waktu terakhir ini pihak pemerintah India terus mendesak WhatsApp untuk mau membuka pesan di platform-nya untuk mengatasi masalah hoax yang tengah marak di Negara tersebut. Lantas, bagaimanakah tanggapan pengembang soal permintaan tersebut?

Simak Nih: Fitur PiP di WhatsApp Android Makin Keren

Sebagaimana yang dilansir dari laman The News Minute, memang WhatsApp bisa membuka pesan yang dikirimkan oleh penggunanya berdasarkan kemauan otoritas tersebut. Namun, pihaknya perlu melakukan perombakan total untuk melakukannya, dan nantinya platform ini tak lagi menjadi privat.

WhatsApp Message
Copyright ©MobiGyaan

“Bayangkan jika setiap pesan yang kalian kirimkan disimpan dengan rekaman bahwa kalian yang mengirimkannya beserta nomor ponsel kalian. Itu bukanlah sebuah komunikasi privat,” seperti itulah yang disebutkan oleh WhatsApp.

Ketahui Yuk: Mode Gelap Sudah Mulai Diuji Coba di W.A Android

Kemudian untuk menangkal Hoax, pihak WhatsApp sendiri tidak membaca pesan, melainkan mempelajari pola gerak dan aktivitas yang dilakukan oleh penggunanya, bagaimana dia menjalin komunikasi dengan orang lain. Dan salah satu indikator terbesarnya yakni akun tidak pernah menampilkan status ‘Typing’ alias sedang mengetik. Dikarenakan kalau akun tidak pernah mengalami status tersebut, bisa dipastikan kalau itu adalah akun Bot.

Disisi lain, WhatsApp juga melakukan pendeteksian apakah akun tersebut digunakan untuk menyebar hoax atau tidak berdasarkan tingkah akun baru, dimana biasanya yang cenderung mengirimkan pesan dalam volume besar tidak lama setelah akun berhasil terbuat.

“Sekitar 95% dari 2 juta akun yang dihapus merupakan hasil pendeteksian perilaku menggunakan WhatsApp yang tidak normal,” seperti itulah ungkap Matt Jones selaku tim ­Anti-Spam WhatsApp setelah menerapkan sistem pengenalan seperti itu.

baca juga: Cara Mudah Membungkam Semua Anggota Grup W.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.