Sistem Pembayaran YouTuber Sempat Ingin Diubah, Tapi

0
702
YouTube Money
Copyright ©tech-worm

Youtuber Pernah Mendapatkan Kesempatan yang Menjanjikan

Oketekno – Beberapa bulan terakhir ini dunia YouTuber begitu terkenal dikarenakan kesuksesan sederet artis YouTube baru yang mampu meraih jumlah subscriber fantastis. Disisi lain, para kalangan artis sendiri juga demikian dimana beberapa diantara mereka ada yang beralih ke platform ini untuk mendapatkan penghasilan lebih menjanjikan.

Dan tentu saja, mereka mendapatkan penghasilan tersebut berdasarkan iklan yang tercantum di dalam konten Video pada Channel mereka, kalau tidak ada iklannya ya tidak berpenghasilan. Semakin banyak dan lama durasi tayangan iklan, maka semakin besar pula penghasilan yang akan diterima oleh para YouTuber.

Simak Nih: Cara Menambahkan atau Mengubah Thumbnail di YouTube

Akan tetapi kalian pernah tau nggak sih kalau ternyata sistem pembayaran para YouTuber ini sempat ingin diubah loh. Sebagaimana informasi yang dilansir dari laman Businsessinsider, Chief Executive Officer YouTube pada tahun 2017 yakni Susan Wojsicki ingin mengganti metode pembayaran para konten kreator dengan sistem jumlah penonton. Bukan cuman berapa banyak video disaksikan orang saja, melainkan sistem juga akan menghitung durasi waktu video tersebut ditonton oleh pengguna lainnya.

YouTuber
Copyright ©Terkini

Susan menyebutkan rencana tersebut sebagai Project Bean. Untuk pemikiran seperti itu telah muncul ketika para pembuat konten YouTube telah melayangkan komplain terkait pendapatan mereka, dan beberapa diantaranya ada yang mengancam bakal pindah ke platform berbagi video lainnya untuk mendapatkan penghasilan lebih besar.

Disisi lain, sistem seperti itu juga disebut lebih efektif jika dibandingkan dengan cara pembayaran berdasarkan durasi iklan yang tayang sekarang ini, sebab Youtuber dapat mengetahui berapakah penghasilannya yang akan didapat per bulan secara transparan.

Untuk proyek ini sendiri juga sudah dikerjakan oleh tim teknisi selama lebih dari setahun. Namun pada akhirnya rencana tersebut harus disayangkan dan ditolak oleh Chief Executive Officer Google bernama Sundar Pichai, ia menilai kalau sistem seperti itu kurang efektif. Pada dasarnya, para penonton YouTube di Dunia tidak semuanya dapat menerima video apa adanya, beberapa ada yang menggunakan penangkal iklan sehingga kalau tidak ada iklan dalam video tersebut, maka pihaknya juga tidak akan mendapatkan pembayaran.

baca juga: Cara Membuka dan Menutup Miniplayer di YouTube Desktop

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.