Facebook Diminta Matikan Fitur Like, Kenapa?

0
295
Facebook Like
Copyright ©baystreet

Facebook Biar Lebih Ramah Anak

Oketekno – Bukan cuman dinikmati oleh orang dewasa atau sudah berumur saja, layanan sosial media juga menyasak kalangan anak-anak dan juga remaja dimana seharusnya mereka yang masih dibawah umur ini mendapatkan pengawasan penuh oleh orang tua. Dikarenakan perkembangan teknologi yang pesat ini tidak dapat dihindarkan dari anak, maka sebagai wali harus dapat memantau anak dengan baik.

Akan tetapi untuk mendukung peran orang tua dalam mengawasi anak ketika bermain Facebook, perusahaan diminta untuk memperbarui beberapa fitur miliknya, seperti mematikan fungsi like dan membatasi pengumpulan data serta alat geolokasi.

Simak Nih: Facebook Kembali Tumbang Setelah 1 Bulan Berselang

Sebagaimana yang dilansir dari laman Theguardian, lembaga Information Commissioner’s Office atau biasa dikenal dengan ICO telah merilis 16 daftar poin rekomendasi untuk desain platform seperti Facebook dan Instagram sesuai dengan usia.

Like Facebook
Copyright ©The Verge

Berdasarkan rekomendasi dari badan ICO ini, perusahaan Facebook diminta untuk membatasi pengumpulan data pribadi anak, pemakaian, hingga membagikannya kepada pihak ketiga. Bahkan untuk nonaktifkan geolokasi dan iklan bertarget ini harus diatur secara default.

Ketahui Yuk: Tidak Bikin Memori Penuh, Facebook Ingin Satukan Kembali Messenger

Untuk konsultasi ini nantinya akan berlangsung sampai pada akhir bulan Mei 2019 mendatang, dan versi terakhir dari kode praktik disebut akan menjadi standar internasional baru, diharapkan pula ini akan mulai berlaku pada tahun 2020 mendatang.

Komisaris informasi bernama Elizabeth Denham telah mengungkap kalau ini merupakan generasi yang terhubung, internet dan semua hal yang berhubung dengan Dunia Maya sudah tidak bisa dihindarkan dari mereka. “Kita tidak harus mencegah anak-anak kita untuk dapat menggunakannya, tetapi kita harus menuntut agar mereka dilindungi ketika mereka melakukannya. Kode ini melakukan itu,”

Disisi lain, badan amal anak-anak NSPCC telah mengungkap kalau jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, atau yang lain masih “terus menerus gagal memprioritaskan keselamatan anak dalam desain mereka,” sehingga memunculkan konsekuensi tragis. Dengan pengubahan pandangan para desainer, diharapkan kedepan platform sosmed bisa lebih bersahabat dengan anak.

baca juga: WhatsApp dan 2 Layanan Miliknya Down, Ini Kata Facebook!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.