Bos Telegram Terang-Terangan Soal WhatsApp, Tidak Akan Pernah Aman?

0
1034
Pavel Durov Telegram WhatsApp
edited by: Oketekno

WhatsApp Akan Aman Jika Lakukan Ini

OketeknoWhatsApp sekarang ini memang menjadi layanan pesan instant paling populer di Dunia, jauh melebihi platform lain, termasuk Telegram salah satunya. Padahal keduanya sama-sama saling terintegrasi dengan nomor kontak pengguna, akan tetapi layanan yang berada dibawah naungan Facebook ini terlihat lebih menarik di mata pengguna.

Akan tetapi belum lama ini media dihebohkan dengan rentannya keamanan WhatsApp, yakni dimungkinkannya Spyware masuk ke perangkat pengguna hanya melalui panggilan tak terjawab sehingga data privasi pengguna terancam. Berkenaan dengan hal tersebut, Pavel Durov selaku pendiri Telegram juga telah berkomentar.

Simak Nih: Tips Mengetahui WhatsApp Kena Bobol atau Tidak

Durov telah membuat tulisan dengan judul “Kenapa Whatsapp Tidak akan Pernah Aman”. Dan dikatakannya kalau dia tidak terkejut sama sekali ketika platform pesan instant terpopuler itu terkena serangan virus yang berpotensi membahayakan pengguna.

WhatsApp Risk
Copyright ©Grid

“Berita ini tidak mengejutkanku. Tahun lalu, WhatsApp harus mengakui mereka memiliki isu yang sangat mirip, video call tunggal adalah yang dibutuhkan hacker untuk mendapatkan akses dari data seluruh ponsel. WhatsApp punya sebuah sejarah yang konsisten, dari tidak adanya penyandian pada saat ia diciptakan sampai masalah keamanan terus menerus yang anehnya cocok untuk tujuan mata-mata. Melihat ke belakang, tidak ada satu haripun WhatsApp dalam perjalanan 10 tahun usianya di mana layanan ini aman,” seperti itulah yang dikatakan Pavel Durov.

Ketahui Yuk: Sudah Tau Sejak Awal, Facebook Malah Tutupi Masalah WhatsApp Ini

Dijelaskannya kalau WhatsApp ini bukanlah platform terbuka alias open source sehingga peneliti keamanan tidak bisa dengan mudah melakukan pengamatan untuk menemukan celah keamanan. Dengan demikian, membuat pihak pemerintah maupun hacker membuat backdoor sendiri untuk menerobos sistem keamanan yang dibenamkan pada platform tersebut, atau bisa disebut dengan WhatsApp Hack.

Sejak tahun 2016 kemarin memang pengembang sudah menghadirkan sistem enkripsi end-to-end yang bisa melindungi pesan pengguna untuk dibaca orang lain. Akan tetapi para pakar keamanan menyebut kalau sistem tersebut tidak cukup aman untuk melindungi pengguna. “Hack terbaru ini menunjukkan enkripsi bukanlah perlindungan hebat seperti yang dipikirkan orang. Serangan ini memang tidak menerobos enskripsi karena menyerang ponsel secara langsung sehingga hacker bisa mengakes data sebelum dan sesudah dienskripsi,” ungkap pendiri Firma Blockchain Temtum bernama Richard Dennis.

Kemudian, dalam pernyataan penutupnya Durov mengatakan kalau WhatsApp tidak akan pernah aman kecuali merombak sistem kerjanya, “Bagi WhatsApp untuk menjadi layanan yang berorientasi privasi, mereka berisiko kehilangan seluruh pasar dan bentrok dengan otoritas di negaranya sendiri. Mereka sepertinya tak siap untuk itu.”

baca juga: Resmi dari Pemerintah, Update WhatsApp Kalian ke Versi Ini Biar Aman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.