Sederet Kritikan Untuk Facebook dari Mantan Petingginya, No.4 Tak Disangka Bakal Ikutan!

0
1362
Facebook Messenger new feature
Copyright ©Unbox

Facebook Dikritik Habis Oleh 4 Sosok Penting Berikut

Oketekno – Layanan sosial media Facebook sekarang ini menjadi yang terbesar di Dunia, akan tetapi untuk sekarang ini bisa dibilang kalau platform tersebut tidak sejaya dulu lagi, dan peningkatan jumlah pengguna barunya juga telah mengalami penurunan dalam jumlah cukup drastis.

Bukan cuman layanannya saja yang mengalami permasalahan, melainkan pihak internal perusahaan juga sedikit gaduh, terlebih ketika para petingginya ini mulai meninggalkan dan memberikan sederet kritikan pedas terhadap perusahaan asal Amerika Serikat ini. Mereka diantaranya yakni:

Simak Nih: Facebook Live Diperbarui, Kini Tidak Semua Pengguna Bisa Siaran dengan Mudah

Mantan Petinggi Facebook

  • Sean Parker
Sean Parker Mark Zuckerberg
Copyright ©Axios

Dulunya ia merupakan presiden Facebook pada masa awal berdirinya perusahaan. Dia juga menyebut kalau memang platform sosmed satu ini bertujuan untuk menyita waktu pengguna sebanyak mungkin berada di layanan tersebut.

“Artinya kami perlu memberikan kalian sedikit kesenangan, karena seseorang suka atau mengomentari postingan kalian. Dan itu akan berkontribusi pada lebih banyak konten dan kalian mendapat lebih banyak like serta komentar. Konsekuensi dari jaringan yang tumbuh untuk 2 miliar orang adalah mengubah relasi kalian dengan masyarakat, dengan satu sama lain. Hanya Tuhan yang tahu apa yang dilakukan Facebook pada otak anak-anak,” seperti itulah yang dikatakan Parker sebagaimana kami lansir dari laman detikINET, Sabtu (18/05/2019).

Baca Juga: Sudah Tau Sejak Awal, Facebook Malah Tutupi Masalah WhatsApp Ini

  • Roger McNamee
Roger McNamee
Copyright ©Wired

Berdasarkan sejarahnya, ia merupakan investor awal sekaligus mentor Mark Zuckerberg. Dia menyebut kalau layanan seperti Facebook, Google dan Twitter seperti ini mampu menciptakan masalah besar bagi demokrasi secara global. Selain itu, ia juga menyebut raksasa sosmed ini sebagai ‘Surveillance Capitalism’, model bisnis yang menggunakan data untuk mencuri perhatian serta menyajikan iklan yang tepat.

Ketahui Yuk: Pengguna Harus Bijak, Facebook Masih Lemah Kalau Soal Ini

  • Chamath Palihapitiya
Chamath Palihapitiya
Copyright ©Twitter

Sosok yang dulunya eksekutif perusahaan ini mengaku bersalah, dikarenakan beberapa waktu belakangan ini FB sering kali disalahgunakan. Salah satu contohnya yakni banyaknya hoax yang tersebar ketika kampanye Pilpres Amerika Serikat silam.

“Tentu saja aku merasa bersalah. Tidak seorangpun pernah berpikir akan ada manipulasi di sistem. Kalian bisa melihat sendiri reaksi dari orang yang menjalankan perusahaan. Mereka tak pernah mengira itu mungkin. Tapi di kedalaman pikiran kami, kami tahu sesuatu yang buruk akan terjadi. Saya pikir, kami menciptakan tool yang memecah belah tenun sosial masyarakat,” begitulah pungkasnya.

Simak Nih: Kominfo Akui Sedikit Ribut dengan Facebook Indonesia Soal Ini

  • Chris Hughes
Chris Hughes
Copyright ©Entrepreneur

Tak disangka-sangka, sosok yang dulunya berjuang bersama untuk mendirikan Facebook sekarang malah berbalik dan tidak senang terhadap sistem perusahaannya. Beberapa waktu lalu sempat tersebar informasi yang membahas soal pendapatnya untuk memecah perusahaan, sehingga Instagram dan WhatsApp menjadi perusahaan masing-masing. Namun Mark Z tidak menyetujuinya.

“Mark adalah orang yang baik. Tapi aku marah bahwa fokus dia soal pertumbuhan membuatnya mengorbankan keamanan dan peradaban demi klik,” ungkap Chris sebagaimana dituliskannya dalam laman New York Times.

baca juga: Turut Dirikan Facebook, Tapi Usulan Sosok Ini Langsung Ditolak Oleh Mark Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.