Putuskan Huawei, Google Disebut Bakal Rugi Sendiri?

0
1154
Huawei Google Apps
Copyright ©DIY Photography

Android Disebut Nggak Berguna Tanpa Layanan Aplikasi Lain dari Google

Oketekno – Dikarenakan kebijakan pemerintah, pada akhirnya Google telah melakukan pembatasan akses sistem operasi untuk perangkat besutan Huawei. Permasalahan berakhirnya kontrak kerjasama antar kedua raksasa teknologi ini dilatarbelakangi dengan perang dagang yang tengah terjadi antara Amerika Serikat dan China.

Sebelumnya, telah disebutkan kalau jika perangkat Huawei ini tidak lagi menjalin hubungan dengan Google, maka sederet layanan seperti Play Store, Gmail, Google Maps, hingga YouTube sekalipun juga tidak akan ada di perangkat tersebut. Dengan demikian, jelas Huawei akan mengalami goyah lantaran ketergantungannya beberapa waktu terakhir yang masih begitu kuat.

Simak Nih: Smartphone Huawei Bakal Tidak Punya YouTube?

Akan tetapi, pihak Google sendiri sebenarnya juga akan mendapatkan konsekuensi ketika memutuskan hubungannya dengan Huawei ini. Andrew Dwyner yang merupakan akademisi di Universitas Oxford menyebut kalau “Ini adalah serangan langsung terhadap pertumbuhan salah satu pasar inti Huawei dan bisa mematikan keatraktifan mereka di luar China.”

Android logo is displayed on a Huawei smartphone in this illustration picture
Copyright ©Oberösterreichische Nachrichten

Nasib sistem operasi Android tidak sama dengan sederet aplikasi utama Google seperti YouTube, Google Duo atau lainnya yang tidak lagi mendapatkan dukungan serta akses ke layanan utama setelah pencabutan lisensi Android ini. Dikarenakan OS Google ini merupakan Android Open Source Project (AOSP) sehingga Huawei masih bisa mengambil dan mengembangkannya sendiri untuk ponsel masa depannya.

Ketahui Yuk: Muncul di Situs Resmi, Y9 Prime 2019 Miliki Selfie Pop-up 3 Kamera

Walaupun demikian, tentu atas pencabutan lisensi tersebut pihak Google bisa saja dirugikan karena Huawei sendiri merupakan vendor Smartphone terbesar kedua di Dunia setelah Samsung. “Menjegal Huawei dari Android melukai Google. Pasalnya, empat dari sepuluh smartphone yang terjual di Eropa pada tahun lalu adalah perangkat Huawei,” seperti itulah yang dikatakan oleh Biro Sekuriti F Secure bernama Mikko Hypponen.

Masalah pemutusan tersebut, juga menarik perhatian editor dari media Guardian untuk berkomentar, dimana ia mengatakan jika “Android saat berdiri sendiri hampir tak berguna dan Google secara penuh mengontrol softwarenya agar menarik bagi konsumen. Maps, Mail, dan app store semuanya dari Google dan perusahaan yang menginginkannya harus menandatangani kesepakatan mereka tidak akan membuat ponsel dengan sistem operasi lain. Hal ini membuat mereka sepenuhnya bergantung pada kebaikan Google yang sekarang terlihat bahwa Google tak bisa dipercaya. Di bawah tekanan pemerintah AS, mereka akan memangkas akses pada semua hal yang membuat ponsel Android berguna. Bisnis apa yang mau bergantung pada mitra seperti itu?”

Hingga kini masih belum jelas mau seperti apakah Huawei untuk kedepannya, apakah rencana B yang sudah dibuatnya selama ini efektif untuk menggantikan sederet layanan penting dari Google yang sudah dicabut itu atau tidak? Tunggu kabar selanjutnya.

baca juga: Beberapa Aplikasi Android dan iOS Terpopuler Saat Ini, Facebook Bukan Lagi Penguasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.