Ini Dia Pengganti Android Untuk Smartphone Huawei Mendatang

0
1578
Penampilan Huawei P30 Pro dari Belakang
Copyright ©SlashGear

HongMeng Bakal Menjadi Pengganti Android?

Oketekno – Seperti yang telah dikabarkan beberapa waktu terakhir ini dimana hubungan kerjasama antara Huawei dengan Google telah terhalang dengan permasalahan perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat. Dengan demikian, untuk lisensi Android sendiri telah dicabut oleh sang pemilik.

Kerugian jelas akan terjadi pada perusahaan Huawei, dikarenakan ponsel besutannya di masa mendatang tidak akan mendapatkan lagi sederet dukungan aplikasi secara langsung dari Google, seperti YouTube, Gmail, dan semacamnya. Disamping itu, kerugian juga akan menimpa sang raksasa internet asal Amerika Serikat tersebut dikarenakan berpotensi kehilangan salah satu mitra terbesarnya.

Simak Nih: Baru Rilis di Inggris, Honor 20 Dipastikan Segera Hadir Juga di Indonesia

Disisi lain, Huawei dikabarkan sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi persoalan tersebut, sehingga telah mengembangkan sistem operasi pengganti Android yang dinamakan Hongmeng. Menurut salah seorang sumber terdekat, dikatakan kalau OS tersebut sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2012 silam.

Hongmeng OS
Copyright ©TechNave

Bukan cuman itu saja, bahkan sumber ini mengatakan kalau vendor selama ini juga telah menggunakan OS tersebut pada perangkatnya secara diam-diam. Akan tetapi sumber tersebut tidak memberikan konfirmasi lebih jauh apakah Hongmeng ini hanya sekedar nama kode saja, atau mungkin sudah menjadi nama resmi sistem operasi terbaru tersebut.

Ketahui Yuk: Honor 20 Lite Ikut Dirilis dengan Harga Paling Murah

Sebagaimana informasi yang dilansir dari laman Huawei Central, pihak perusahaan hingga kini masih belum memberikan komentar apapun terkait masalah tersebut. Namun pada bulan Maret 2019 kemarin, petinggi perusahaan bernama Richard Yu telah mengungkap kalau pihaknya memang sudah mengembangkan sistem operasi sendiri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk atas perang dagang antara AS dan China ini.

Dan apa yang sempat diantisipasinya kini telah terjadi, namun belum ada konfirmasi lagi apakah Huawei telah mengaplikasikan sistem operasi yang dikembangkannya ini secara langsung atau mungkin masih ada beberapa tahapan yang ingin diselesaikannya agar OS bisa dijalankan secara lancar oleh pengguna.

Sebenarnya untuk sistem operasi tidak begitu bermasalah karena Android sifatnya open source, sehingga siapa saja bisa mengembangkan dan menggunakannya tanpa biaya royalti kepada Google. Akan tetapi yang berpotensi merugikan yakni aplikasi/layanannya seperti Gmail, Gmaps, Chrome, Play Store, YouTube, dan lainnya. Dikarenakan layanan tersebut harus ada perjanjian komersial antara Google dengan Huawei.

baca juga: Putuskan Huawei, Google Disebut Bakal Rugi Sendiri?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.