Ucap Pemerintah Soal WhatsApp, Facebook dan Instagram Down

0
1936
Facebook Instagram WhatsApp indonesia Down
Copyright ©XFastest Hong Kong

3 Layanan Sosmed Terpopuler Indonesia Down

Oketekno – Aksi unjuk rasa 22 Mei 2019 kemarin ternyata menjadi pemicu tumbangnya WhatsApp, Facebook dan juga Instagram. Dan untuk kejadian ini hanya berlaku di Negara Indonesia saja, dikarenakan untuk Negara lain masih berjalan normal seperti biasanya, dengan kata lain kejadian ini tidak seperti sebulan silam dimana terjadi secara global.

Informasi tersebut telah disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika bernama Rudiantara. Ia mengatakan kalau beberapa fitur yang ada di sosial media serta messaging system akan dibatasi pada hari Rabu, 22 Mei 2019, terutama untuk mengunggah foto dan video.

Simak Nih: Transaksi Crypto Termahal di Dunia Bisa Dilakukan Melalui Aplikasi WhatsApp

“Pembatasan fitur-fitur media sosial, tidak semuanya, dan messaging system,” seperti itulah yang dikatakan Rudiantara ketika dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, sebagaimana kami lansir dari KompasTekno.

Rudiantara WhatsApp Down
Copyright ©CNBC Indonesia

Kemudian Rudiantara mengatakan kalau kasus penyebaran hoaks itu kebanyakan terjadi melalui penyebaran foto, video, meme ke media sosial, akan tetapi untuk viralnya itu bukan dari sana melainkan di layanan pesan instant WhatsApp.

Ketahui Yuk: Keamanan WhatsApp Diragukan, Adakah Layanan yang 100% Aman?

Dengan diadakannya pembatasan tersebut, tentu pengguna akan mengalami kelambatan ketika mengunduh atau mengunggah video ataupun foto. “Nah jadi temen-temen dan kita semua akan mengalami pelambatan kalau kita download atau upload video kemudian juga foto. Kenapa, karena viralnya yang negatif, besar mudharat-nya ada disana,” begitulah ungkapnya.

Lalu ia juga memberikan penegasan kalau pembatasan ini akan diberlakukan sementara waktu saja, dan bagi masyarakat yang ingin berkomunikasi dengan keluarga atau temannya bisa melalui media mainstream. Dan terbukti sekarang beberapa sudah bisa diakses dengan lancar, sehingga pengguna setidaknya dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Selain Rudiantara, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bernama Wiranto juga mengatakan hal demikian, dimana “untuk membatasi berita bohong kepada masyarakat luas, akan kita adakan pembatasan akses di media sosial, fitur tertentu untuk tidak diaktifkan, untuk menjaga hal-hal negatif yang terus disebarluaskan masyarakat,” ujarnya.

baca juga: Inikah Penyebab Layanan WhatsApp Selalu Tidak Aman?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.