WhatsApp Dibatasi, Tapi Kenapa Telegram Tidak?

0
1186
Telegram WhatsApp
Copyright ©Dignited

Telegram Dibebaskan di Indonesia

Oketekno – Untuk mengantisipasi kejadian penyebaran Hoax terkait aksi 22 Mei yang masih berkelanjutan hingga kini, pihak pemerintah Indonesia telah melakukan pemblokiran terhadap platform pesan instant terpopuler di Dunia, yakni WhatsApp.

Sementara ini, salah satu layanan milik Facebook Inc. tersebut tidak dapat mengunggah ataupun mengunduh gambar secara lancar seperti biasanya. Akan tetapi disini kita dapat melihat sedikit kejanggalan, dimana Telegram yang merupakan pesaing terberatnya dan bisa dibilang menjadi alternatif terbaik untuk WhatsApp, malah masih memberikan akses penuh.

Simak Nih: Kata Menkominfo Soal Facebook, WhatsApp, dan Instagram Kembali Normal

Ternyata masalah ini bukan tanpa alasan, Menteri Komunikasi dan Informatika bernama Rudiantara menyebutkan kalau layanan Telegram ini memiliki sistem yang berbeda dengan platform WhatsApp. Dengan demikian, untuk penanganannya sendiri juga cukup berbeda, ada jalur khusus untuk Telegram guna memberantas konten radikalisme, terorisme, hingga child abuse.

Telegram Message
Copyright©bbci

“Itu jadi prioritas [di Telegram] karena kaitannya dengan kerusuhan, radikalisme, terorisme. Maka Densus tangkap-tangkapin. Itu musuh global,” seperti itulah yang diungkap oleh Rudiantara ketika berada di kantor Menkopolhukam, Jakarta, sebagaimana yang kami lansir dari laman CNBC Indonesia, Jum’at (24/05/2019).

Ketahui Yuk: Transaksi Crypto Termahal di Dunia Bisa Dilakukan Melalui Aplikasi WhatsApp

Kemudian Rudiantara juga memberikan keterangan tambahan kalau layanan Telegram ini mampu melakukan pengidentifikasian konten semacam itu, dan segera memberantasnya ketika hendak disebarluaskan. Namun, kemampuan seperti itu tidak ada di platform WhatsApp sehingga pihak pemerintah memaksa untuk melakukan pembatasan.

Telegram ada penanganan khusus. intinya semuanya sama. Tapi pemerintah gak tutup, hanya batas saja. Dulu telepon dan SMS juga tak ada yang mengeluh. ini sementara saja,” lanjut Rudiantara. Untuk mengetahui sampai kapan pembatasan ini bisa langsung lihat disini.

Dari sini kita dapat mengetahui kalau layanan Telegram itu pada dasarnya memang memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga tidak ada pihak ketiga mengintai percakapannya. Akan tetapi platform-nya masih memenuhi kebijakan pemerintah, terutama dalam ikut serta memberantas terorisme. Namun, WhatsApp lebih populer sehingga banyak yang menjadikan layanan tersebut sebagai komunikasi utamanya.

baca juga: Inikah Penyebab Layanan WhatsApp Selalu Tidak Aman?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.