YouTube Makin Perketat Peraturan Penayangan Video di Platformnya

0
840
Google Banned YouTube
Copyright ©Merdeka

YouTube Tambah Daftar Blokir Videonya

Oketekno – Berbagai pengembang sekarang ini telah melakukan pembenahan terhadap penayangan konten yang ada di platform miliknya, tidak terkecuali YouTube. Sebagai salah satu penayang media streaming terpopuler di Dunia, tentu tantangan yang harus dihadapi untuk membersihkan platform terbilang besar.

Untuk mencegah kejadian tidak menyenangkan, belum lama ini pihak YouTube telah memperketat peraturan penayangan di platform miliknya. Layanan yang berada dibawah naungan Google ini telah memblokir video yang bermuatan konten mendukung rasisme dan juga diskriminasi.

Simak Nih: Ternyata Ini Alasan Google Tutup YouTube Gaming

Selain itu, YouTube juga akan melakukan pemblokiran terhadap video yang menyangsikan suatu peristiwa kekerasan dimana memiliki rekam jejak terdokumentasi seperti Holocaust atau penembakan sekolah dasar Sandy Hook.

YouTube Banned
Copyright ©Mediababe

YouTube telah memberikan pengumuman ini sebagai bagian dari gerakan sensor konten yang telah mereka lakukan. Sebelumnya, juga sudah ada upaya untuk filter konten tentang kebencian dan kekerasan, namun dengan adanya filtrasi tentang hal baru ini diharapkan mampu memberikan penayangan konten lebih berkualitas terhadap pengguna.

Ketahui Yuk: 5 Aplikasi yang Bikin Streaming YouTube Makin Seru

“Youtube selalu memiliki aturan, termasuk kebijakan jangka panjang terhadap ujaran kebencian. Hari ini kami mengambil langkah baru dalam kebijakan ujaran kebencian dan khususnya melarang video yang menyatakan suatu kelompok lebih unggul dari lainnya untuk membenarkan diskriminasi, pemisahan, atau pengecualian berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, kasta, agama, orientasi seksual, atau status veteran.” Seperti itulah yang dijelaskan oleh perusahaan, sebagaimana dilansir dari AFP.

Sudah cukup banyak permasalahan terjadi akibat YouTube yang terlalu membiarkan sebagian konten bermuatan Negatif tersebar di layanannya. Misalnya saja seperti ahli teori konspirasi yang menyangkal tentang kejadian serangan 11 September. Lalu, para pendukung kelompok Nazi dan supremasi kulit putih juga banyak yang bersarang di platform media streaming terpopuler di Dunia tersebut.

“Perusahaan teknologi harus secara proaktif mengatasi masalah konten kebencian yang mudah ditemukan di platform mereka sebelum mengarah pada kekerasan yang lebih terinspirasi oleh kebencian.” Begitulah ungkap Heidi Beirich.

baca juga: 3 Tips Mendatangkan Pengunjung YouTube Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.