Telegram Salahkan Pemerintahan Ketika Layanannya Down di Negara Ini

0
797
Telegram Tembok China
Copyright ©Hong Kong Free Press

Telegram Kena Serangan DDoS dari China

Oketekno – Beda dengan layanan WhatsApp, Telegram masih bisa berjalan dan bergerak bebas di sejumlah Negara yang terkenal sulit untuk ditembus oleh perusahaan besar, salah satu Negara yang dimaksudkan adalah China. Tidak cuman WhatsApp, Facebook hingga Google tidak diperkenankan untuk hadir di Negara kekuasaannya.

Dan baru-baru ini dikabarkan kalau layanan Telegram mengalami sedikit permasalahan terkait layanannya yang berjalan di Negara tersebut. Akan tetapi Pavel Durov selaku CEO Telegram telah mengatakan kalau gangguan yang terjadi pada layanannya di China ini telah disebabkan oleh serangan siber yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Negara setempat.

Simak Nih: WhatsApp Dibatasi, Tapi Kenapa Telegram Tidak?

Melalui akun Twitter resmi miliknya, Durov menyebutkan kalau serangan ini telah dilakukan oleh para peretas yang sudah terafiliasi dengan China. Ia dapat mengetahui hal tersebut dikarenakan alamat IP milik peretas sudah teridentifikasi dan berasal dari Negeri Panda tersebut.

CEO Telegram
Copyright ©Twitter

Dalam keterangan lanjutannya, Durov mengungkap kalau serangan ini menggunakan teknik DDoS atau Distributed Denial of Service atau biasa dikenal dengan DDoS. Serangan tersebut kinerjanya yakni memberikan beban trafik yang sangat tinggi terhadap suatu layanan secara bersamaan hingga menyebabkan sistem tidak kuat merespon dan menyebabkan down.

Selain itu, Durov juga menyebutkan kalau serangan siber ini dilakukan bersamaan dengan aksi protes yang terjadi di wilayah Hong Kong mengenai masalah RUU Ekstradisi. “Alamat IP kebanyakan berasal dari China. Secara historis, semua DDoS dari aktor Negara berukuran besar (200-400 Gigabyte trafik sampah per detik) yang kami alami bertepatan dengan protes di Hong Kong. Kasus ini bukanlah pengecualian,” jelas Durov.

Namun disisi lain, dari informasi yang dikutip dari laman Phone Arena, pihak pemerintah China telah membantah tudingan yang mengatakan kalau pihaknya terlibat dalam serangan ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang telah mengatakan kalau pihaknya tidak mengetahui adanya serangan tersebut.

baca juga: Bos Telegram Terang-Terangan Soal WhatsApp, Tidak Akan Pernah Aman?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.