YouTube Dipenuhi Konten Jahat, Begini Tanggapan Bos Google

0
851
Copyright ©WeRSM

CEO Google Jawab Tentang Kritikan Konten Negatif di YouTube

Oketekno – Hampir setiap orang ketika mencari konten hiburan berupa video, pasti yang dituju pertama kali adalah YouTube. Dikarenakan memang platform streaming media ini menjadi yang terpopuler di Dunia, selain itu konten yang tersaji selalu tepat di hati para penontonnya.

Berkat adanya para Youtuber di seluruh dunia yang tergabung dalam platform ini, membuat layanan tersebut semakin populer dan terus berkembang seiring berjalannya waktu, sebab telah diisi oleh sederet video bermanfaat dan menarik bagi sebagian besar masyarakat.

Simak Nih: Banyak Masalah, Negara Ini Perketat Peraturan Beriklan di YouTube

Akan tetapi dalam beberapa waktu terakhir ini platform tersebut tengah menjadi sorotan, dikarenakan banyak ditemukan konten jahat. Menanggapi permasalahan itu, CEO Google bernama Sundar Pichai telah mengatakan kalau layanan video online miliknya itu sudah terlalu besar untuk diperbaiki seluruhnya.

Google CEO Sundar Pichai and YouTube CEO Susan Wojcicki
Google CEO Sundar Pichai and YouTube CEO Susan Wojcicki; Copyright ©Mashable

Untuk konten-konten jahat yang dimaksudkan disini adalah beragam macamnya, mulai dari yang bermuatan radikalisme, terorisme, eksploitasi seksual anak, hoaks, dan masih banyak lagi jenis konten berbahaya lainnya. Dan berkaitan dengan permasalahan ini, media CNN telah melakukan wawancara bersama Pichai dan melontarkan pertanyaan, berapakah banyak orang yang terlibat dalam penanganan konten jahat seperti ini untuk disaring di platform YouTube.

Ketahui Yuk: YouTube Makin Perketat Peraturan Penayangan Video di Platformnya

“Kami mengkombinasikan manusia dan mesin,”  seperti itulah yang dikatakan oleh Pichai sembari menambahkan kalau pihak Google telah berusaha keras untuk mendeteksi dan menghapus 99% konten jahat di Platform streaming media terpopuler di Dunia tersebut.

Walaupun demikian, ia menegaskan kalau pihaknya tidak bisa benar-benar membersihkan konten yang bermuatan negatif ini 100%. “Bagi semua sistem besar, (menyaring dan menghapus konten negatif) sangat sulit. Misalnya sistem kartu kredit, masih adalah penipuan di sana. Setiap kali kita menjalankan sistem pada skala besar, maka paling tidak kita hanya bisa bicara soal persentase,” begitulah jelasnya.

Namun Pichai meyakini kalau Google bersama YouTube mampu membuat perubahan signifikan dalam pengamanan platform media streaming ini dari peredaran konten jahat, kedepan bakal ada lebih banyak konten negatif yang segera diambil tindakan.

baca juga: Jumlah Subscriber YouTube Bisa Tentukan Jalur Prestasi di Universitas Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.