Menkominfo Setujui Polisi yang Kini Awasi Grup WhatsApp Juga

0
390
WhatsApp Spyware
Copyright ©Forbes

Polisi Akan Dibantu Kominfo Berpatroli di Grup WhatsApp

Oketekno – Kemarin sempat heboh terkait pemantauan percakapan di WhatsApp dari pihak kepolisian, meski sebenarnya tujuan pemantauan itu untuk melacak mereka yang telah melakukan aksi kejahatan di Dunia Maya, namun ini tetap saja melanggar standar ketentuan yang sudah diterapkan oleh layananan tersebut.

Berkaitan dengan masalah ini, Facebook Indonesia sebagai perwakilan dari induk perusahaan WhatsApp di Tanah Air telah memberikan keterangan soal privasi pengguna yang tetap terjaga meski dilakukan pemantauan oleh pihak Polisi. Simak informasi lengkap tentang fakta pemantauan itu pada link ini.

Simak Nih: Pemerintah Indonesia Bisa Sadap WhatsApp? Begini Faktanya

Masih dalam pembahasan serupa, kini Menkominfo Rudiantara telah mengatakan kalau langkah yang diambil oleh pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan Grup WhatsApp ini sudah baik. Akan tetapi Menkominfo telah menjelaskan kalau patroli yang dilakukan ini bukan berarti mereka keluar masuk secara bebas ke grup yang tengah diintai.

Rudiantara Bersama Polisi
Copyright ©Liputan6

Rudiantara mengatakan kalau Kepolisian Indonesia tidak melakukannya secara suka-suka, mereka akan masuk ke dalam sana ketika ada anggotanya yang diketahui telah melakukan perbuatan kriminal. Selain itu, Polisi nantinya juga bisa mengetahui apakah tindakan kriminal yang telah dilakukan ini ada kaitannya dengan Grup WhatsApp tersebut atau tidak, kemudian meminta bantuan kepada Kominfo jika harus ada penanganan lebih dalam lagi.

“Saya dukung, dengan catatan tadi bahwa memang harus ada yang berbuat kriminal. Bukan asal patroli. Karena begini, media sosial jelas ranah publik, kalau WhatsApp (percakapan) berdua itu ranahnya pribadi. Kalau grup, itu di antaranya menurut saya. Kalau dari UU ITE kan ada delik aduan dan umum. Kalau delik aduan ini harus ada yang mengadu terlebih dahulu, baru polisi menyampaikannya ke Kominfo. Kalau delik umum enggak perlu ada aduan segala,” begitulah jelas Rudiantara sebagaimana Oketekno kutip dari laman KompasTekno, Rabu (19 Juni 2019).

Selain itu, Menkominfo Rudiantara telah mengatakan kalau menyadap Grup WhatsApp yang mana anggotanya telah diketahui bertindak kriminal ini tidak melanggar privasi. Kepolisian nantinya akan masuk kalau memang ada yang terbukti melanggar dan mencari informasi lebih lanjut terkait tersangka di berbagai sosial medianya demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Indonesia.

baca juga: Bug WhatsApp, Berhenti Mendadak Saat Panggilan dan Munculkan Notif Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.