Jangan Khawatir Diretas, Begini Mekanisme Polisi Menyusup ke Grup WhatsApp

0
846
Intip WhatsApp
Copyright ©Ala Model Kini

Smartphone Milik Pengadu Bakal Disita Sebagai Barang Bukti Awal

Oketekno – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri beberapa waktu lalu telah mengatakan pihaknya akan membuat tim khusus yang berpatroli di Grup WhatsApp. Terkait pernyataan tersebut ada pro kontra di kalangan warganet, sebab disamping mendukung keamanan dan penjaringan lebih cepat terhadap tindak pidana, sebagian pengguna malah merasa privasinya terganggu atas kejadian tersebut.

Sebagian besar pengguna WhatsApp tentu bertanya, seperti apakah patroli yang dimaksud oleh pihak Kepolisian ini, apakah mengintai setiap grup yang ada dengan cara memasukinya atau mungkin sekedar pengintaian melalui jalur khusus dan terbuka bagi pihaknya, atau ada metode lainnya.

Simak Nih: Pemerintah Indonesia Bisa Sadap WhatsApp? Begini Faktanya

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak kepolisian pun memberikan keterangan kalau patroli siber ini bukan berarti pihaknya akan masuk ke dalam grup-grup WhatsApp. Dan untuk mekanismenya ini nanti akan dilakukan oleh pihak Kemkominfo dan BSSN yang lebih tau soal layanan digital dan Keamanan jaringan Indonesia.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) didampingi Wadir Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan terkini kasus penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di
Copyright ©Alinea

Pertama pihaknya akan menunggu pengaduan dari masyarakat terlebih dahulu terkait narasi hoaks yang beredar dari grup WhatsApp si pengadu tersebut. Kemudian, barulah diperiksa terhadap sang pengadu secara mendalam dan meminjam Smartphone milik pengadu sebagai barang bukti, selanjutnya ditelisik lebih dalam jalur komunikasi hoaks tersebut. Barang bukti yang merupakan Smartphone pengadu ini nanti akan diperiksa di lab forensik kepolisian.

Kalau memang pihak kepolisian menemukan adanya penyebaran hoaks yang dilakukan secara masif dan disertai dengan beragam bukti yang kuat, maka perwakilannya baru akan masuk ke dalam grup WhatsApp untuk terus melakukan pemantauan.

Setelahnya, jika memang benar adanya unsur kesengajaan atas penyebaran hoax tersebut maka akan dilakukan tindakan hukum lebih lanjut terhadap si pengirim hoax melalui jejaring WhatsApp tersebut. Kemudian, diteliti lebih mendalam lagi apa saja aksi kejahatan yang telah dilakukannya melalui aplikasi pesan instant terpopuler di Dunia tersebut selain menebar keresahan melalui Grup W.A.

baca juga: Menkominfo Setujui Polisi yang Kini Awasi Grup WhatsApp Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.