YouTube Berpotensi Rugi Jutaan Dolar AS Karena Masalah Ini

0
1829
YouTube 00
Copyright ©Firstpost

Beberapa Penolakan Proposal Oleh Google

Oketekno – Sebagai layanan media streaming terbesar di Dunia, membuat YouTube mengemban tugas yang tidak mudah. Platform miliknya tidak cuman digunakan untuk menebarkan kebaikan saja melainkan ada beberapa pihak yang berusaha mempengaruhi pemikiran pengguna lain melalui konten jahat yang ditayangkan.

Terlebih kini layanan streaming media milik Google ini juga menyasak semua kalangan dimana tidak hanya remaja hingga orang dewasa saja yang dapat mengakses kontennya, melainkan anak-anak juga diberikan kebebasan oleh beberapa orang tua untuk melihat video di platform tersebut. Meski sudah ada YouTube Kids, masih ditemukan beberapa pelanggaran yang ditemukan.

Simak Nih: Kolom Komentar Bakal Dapat Tempat Baru di Aplikasi YouTube

Belum lama ini dikabarkan kalau YouTube diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang terkait Privasi Anak di Amerika Serikat, sehingga kini perusahaannya tengah diselidiki lebih mendalam oleh Komisi Perdagangan Federal AS.

YouTube Kids Konten
Copyright ©sindonews

Dari informasi yang dilansir dari laman The Wall Street Journal telah dikatakan kalau eksekutif platform video ini tengah mempertimbangkannya untuk memindahkan seluruh konten ramah anak ke aplikasi YouTube Kids miliknya agar pihaknya terhindar dari permasalahan hukum.

Ketahui Yuk: Cara Mengganti Tema YouTube Biar Nonton Makin Nyaman

Kemudian ada juga proposal yang meminta platform untuk mematikan opsi putar otomatis pada konten anak, dengan adanya ini diharapkan bisa membantu mengatasi mereka yang masih dibawah umur untuk menemukan konten tidak pantas di platform media stream tersebut.

Disisi lain, menurut kabar yang dikutip dari GSMArena, kabarnya kalau Eksekutif Google telah memberikan pengarahan terhadap staff perusahaannya tentang kemungkinan perubahan. Penolakan langsung terjadi ketika ada permintaan terkait penghapusan video ramah anak dari platform YouTube utamanya, ini dikarenakan bisa membuat perusahaan mengalami kerugian jutaan dolar AS.

Sedangkan untuk menonaktifkan Auto Play masih dalam pro dan kontra beberapa pihak, sebelumnya dikatakan kalau dengan mematikan tombol tersebut maka anak bisa lebih terjaga waktu nontonnya. Akan tetapi sang pencipta dan kontributor memutuskan untuk menolak karena bisa mengurangi pendapatannya. Lantas, seperti apakah nasib konten ramah anak di layanan YouTube utama nantinya? Tunggu saja informasi lanjutannya.

baca juga: YouTube Siapkan Fitur yang Bisa dandani Pengguna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.