Kengerian Huawei Dibalik Gencetan Amerika Serikat

0
1281
Huawei on Fire
Copyright ©South China Morning Post

Huawei Kuasai Pasar Pengadaan Jaringan 5G

Oketekno – Sudah tidak asing lagi bagi kita terutama para pecinta gadget, dimana Huawei tengah menghadapi pihak pemerintah Amerika Serikat. Perusahaan asal China tersebut kini telah dimasukkan ke dalam daftar blacklist AS, sehingga tidak dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.

Meski demikian, masih ada beberapa perusahaan yang dengan cerdiknya mengakali produksi sehingga Huawei tetap mendapatkan pasokannya dari sejumlah perusahaan asal AS. Selain itu, ternyata vendor pesaing Samsung ini masih memiliki kengerian dibalik tekanan yang diberikan oleh pihak pemerintah Amerika Serikat loh.

Simak Nih: Gunakan Cara Cerdik, Sederet Perusahaan AS Ini Tetap Aman Jual Komponen ke Huawei

Belum lama ini dikabarkan kalau sang vendor masih memimpin pasar 5G, kerjasamanya dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat tidak menjadi permasalahan berarti bagi sang vendor. Perusahaan ini telah membuktikan kalau pihaknya masih mampu untuk berkembang terus meski dibawah tekanan dari AS.

Ilustrasi Tekanan Terhadap HUawei
Copyright ©YouTube

Dari informasi yang dilansir dari Tech Crunch, pencapaian ini telah disampaikan oleh executive director of the board sekaligus president of the Carrier BG of Huawei bernama Ryan Ding ketika dalam konferensi industri yang digelar di Shanghai kemarin.

Ketahui Yuk: 3 Smartphone Huawei Ini Dipastikan Dapat Update Android Q

Sebagaimana yang telah disebutkannya dalam konferensi tersebut, Huawei telah mendapatkan paling tidak 50 kontrak komersial jaringan 5G di luar China, beberapa Negara yang kini sudah dijamahnya yakni seperti Korea Selatan, Swiss, Britania Raya, Finlandia, dan negara lainnya. Bahkan sampai kini dilaporkan kalau pihaknya telah mengirimkan sebanyak 150 ribu lebih BTS.

Berdasarkan kabar yang disampaikan oleh GSMArena, Huawei dengan 50 kontrak dalam pengadaan jaringan 5G ini sudah bisa disebut sebagai pemimpin pasar jaringan. Pasalnya sang pesaing terbesarnya seperti Ericsson masih mendapatkan 30 kontrak saja, sedangkan Nokia saat ini masih mendapat 18 kontrak.

Perlu diketahui bahwa dalam setiap Negara tidak harus menggunakan 1 penyedia komponen 5G saja, seperti Huawei misalnya. Akan tetapi, dalam 1 Negara bisa ada beberapa kerjasama untuk menyediakan jaringan tercepat saat ini. Misal seperti beberapa operator Indonesia yang telah memastikan untuk menjalin kerjasama dengan Ericsson dan Nokia dalam pengadaannya.

baca juga: Huawei Rilis Jadwal Update EMUI 9.1 Untuk 5 Smartphone Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.