Bos Huawei Mengaku Ikuti Langkah Apple Dalam Hal Ini

0
501
Huawei Apple
Copyright ©PhoneArena

Apple Menjadi Panutan Huawei

Oketekno – Dikarenakan tekanan AS beberapa waktu kemarin, Ren Zhengfei sebagai pendiri sekaligus CEO Huawei lebih sering terekspose. Meski ditekan, ternyata pihaknya tidak menganggap hal tersebut terlalu berat dan tetap memproduksi perangkat seperti biasanya, seolah tanpa gangguan sama sekali. Dan yang sempat mencuri perhatian kemarin adalah pujian Ren terhadap perangkat besutan Apple.

Pada saat itu ia mengatakan kalau sebagai petinggi perusahaan Huawei bukan berarti dirinya tidak percaya akan produk dari vendor pesaing. Bahkan dirinya mengaku kalau saat berada di Luar China, iPhone menjadi perangkat andalannya dalam setiap aktivitas.

Baca Juga: Begini Tanggapan Google Soal Kembalinya Huawei Pakai Android

Dan kali ini Ren Zhengfei kembali mengungkap tentang Apple, yang mana kini giliran sistem keamanannya menjadi pembahasan. Ungkapan ini dijawab oleh Bos Huawei ketika diwawancarai terkait kemungkinan pemerintah China meminta pihaknya untuk membuka kunci ponsel perangkat besutannya. Lantas, seperti apakah jawabannya?

Huawei iPhone
Copyright ©Stuff

Ren mengatakan kalau sampai ada kejadian seperti itu, Huawei akan mengikuti langkah Apple yakni melakukan penolakan untuk melakukan hal tersebut. Perlu diketahui bahwa beberapa tahun sebelumnya perusahaan asal Cupertino ini pernah melakukan penolakan keras untuk membuka ponsel iPhone i5c milik Syed Farook, pelaku penembakan di San Bernardino, AS.

Baca Juga: Sindiran Halus Bos Huawei Terhadap Sistem Operasi Android

Pada saat itu Apple telah mengatakan kalau pihaknya telah membuat iOS khusus untuk para FBI supaya bisa membuka kunci perangkat tersebut. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran perusahaan akan software buatannya yang jatuh ke tangan orang salah, sehingga bisa mengancam privasi pengguna Smartphone iPhone yang lainnya.

Sebagaimana yang dilansir dari Phone Arena, Zhengfei mengatakan kalau data milik konsumen dan negara ini hanya dapat dipantau oleh operator seluler, bukan perusahaan yang membuat Smartphone tersebut.

Secara tidak langsung, ini berkaitan dengan tuduhan Pemerintah AS yang menduga kalau Huawei telah memata-matai penduduknya demi kepentingan pemerintah China. Sudah berkali-kali Ren menampik rumor tersebut. Bahkan ia juga menyatakan sesuatu yang sangat tegas akan keamanan privasi perangkat miliknya.

“Kami tak akan pernah melakukan hal semacam itu. Jika kami pernah melakukannya sekali saja, AS bakal mempunyai buktinya dan akan disebar ke seluruh dunia. Lalu 170 negara tempat kami beroperasi sekarang akan berhenti membeli produk kami, dan perusahaan kami akan hancur. Setelah itu, siapa yang akan membayar utang-utang kami? Pegawai kami sangat kompeten, jadi mereka akan mengundurkan diri dan menjalankan perusahaannya sendiri, meninggalkanku sendiri untuk membayar semua utangnya. Saya lebih baik mati,” begitulah ungkap Zhengfei.

baca juga: Presiden AS Buka Aksesnya Lagi, Huawei Tak Lagi Sama!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.