Ketidakpastian Huawei Diperpanjang AS 3 Bulan Lagi

0
410
Copyright ©Techjaja

Tenggat Waktu Lisensi Android Google Untuk Huawei Diperpanjang

Oketekno – Sebenarnya pada tanggal 19 Agustus 2019 kemarin, masa tenggat waktu kerjasama antara Google Android dengan Huawei sudah berakhir. Setelahnya, sang vendor tidak lagi diperkenankan untuk menggunakan sistem operasi tersebut di ponsel besutannya.

Akan tetapi ternyata pihak pemerintah AS berkata lain, kedua raksasa teknologi tersebut masih diberikan kesempatan lagi untuk menjalin kerjasama dalam waktu 90 hari kedepan atau setara dengan 3 bulan lagi. Tenggat waktu ini sama seperti yang diberikan pertama kali oleh pemerintah AS ketika awal Huawei dimasukkan dalam daftar hitam.

Simak Nih: Tanpa Sengaja Huawei P Smart Pro Bocor Secara Mendetail

Untuk informasi penambahan waktu tenggat kerjasama Google Android dan Huawei ini berasal dari salah seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya. Dengan demikian, nasib vendor Smartphone asal China ini akan menggantung lagi setidaknya hingga bulan November 2019 mendatang.

HarmonyOS by Huawei
Copyright ©MElectronics

Sebagaimana informasi yang sudah beredar luas sebelumnya, bahwa Huawei telah dimasukkan dalam daftar hitam pemerintah AS dikarenakan ada dugaan kalau perangkat elektronik yang masuk ke Negaranya ini telah dilengkapi dengan tools untuk memata-matai para penggunanya. Dan data yang telah berhasil didapatkan ini langsung dikirimkan ke pemerintah China.

Berkaitan dengan tudingan tersebut, pesaing Samsung yang kini berada di posisi kedua dalam bisnis Smartphone terbesar di Dunia ini telah membantahnya. Liang Hua, Chairman Huawei telah berkali-kali menawarkan untuk melakukan penandatanganan terkait “No-Spy” agar pemerintah AS percaya akan produk besutannya.

Ketahui Yuk: Kamera Huawei P30 Series Dibenahi, Bikin Jepretan Malam Makin Mantap

Tidak hanya karena soal keamanan saja, bisa jadi pemerintah AS melakukan penekanan terhadap Huawei agar perusahaan tersebut tidak bisa berkembang lebih jauh lagi, sebab kehilangan pemasok barang yang dibutuhkan serta lisensi sistem operasi Android.

Namun yang terjadi bisa jadi sebaliknya, dimana Huawei setelah mengalami tekanan dari pihak AS masih tetap stabil pemasarannya, dan malah mengembangkan sistem operasi sendiri dimana kemarin sudah resmi diluncurkan, HarmonyOS.

Kalau memang sampai HarmonyOS dikenal masyarakat dan sesuai dengan apa kebutuhan mereka, bukan menjadi hal yang mustahil sederet Vendor Smartphone asal China seperti Xiaomi, OPPO, Vivo, ZTE, hingga ASUS juga menggunakan sistem operasi HarmonyOS, dan Android semakin ditinggalkan.

baca juga: Huawei Mate 30 Series Bakal Punya Wireless Charging Tercepat di Dunia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.