Kata Bos Huawei Soal Sanksi dari Pihak AS, Krisis Hidup dan Mati?

0
474
Huawei Ditekan AS
Copyright ©Data Center Knowledge

Huawei Akui Tekanan dari Pihak Amerika Serikat

Oketekno – Setelah beberapa kali menyatakan kalau pihaknya masih tetap tegar tanpa perusahaan asal Amerika Serikat sekalipun, pada akhirnya kini petinggi perusahaan Huawei telah mengakui kalau pihaknya tengah kewalahan menghadapi persoalan ini.

Tekanan yang masih berlangsung hingga sekarang dari pihak Amerika Serikat terhadap vendor Smartphone terlaris nomor dua di Dunia ini semakin jelas terlihat dampaknya. Bahkan, sampai-sampai Ren Zhengfei mengatakan kalau masalah ini merupakan persoalan hidup dan mati. Selain itu, petinggi perusahaan ini juga menyampaikan memo terhadap para karyawannya.

Simak Nih: Terungkap, Baterai Mate 30 Series Meningkat 7 Persen

Memo yang diberikan Ren terhadap karyawannya itu telah mendeskripsikan secara singkat terkait situasi perusahaannya yang kini tengah dalam kondisi pertempuran. Dimasukkannya Huawei ke dalam daftar hitam Amerika Serikat, hubungan bisnisnya dengan perusahaan asal Negeri Paman Sam semakin sulit saja.

Copyright ©Financial Times

Seperti yang sudah diberitakan kemarin, dan bisa dilihat disini. Disebutkan kalau ketidakpastian raksasa Smartphone China itu telah diperpanjang selama 90 hari mendatang. Meski ini merupakan kabar baik, akan tetapi tidak membuat sang vendor tenang. Dikarenakan waktu 3 bulan itu sangatlah singkat, sehingga perusahaan harus memutar otak agar tetap update dengan teknologi baru tanpa kelangkaan atau kelebihan stock persediaan.

Ketahui Yuk: Ketidakpastian Huawei Diperpanjang AS 3 Bulan Lagi

“Sekarang di kala perusahaan berada di dalam krisis hidup atau mati, prioritas pertama kita adalah mendorong semua kru untuk membuat kontribusi dan yang kedua adalah memilih dan mempromosikan bakat, untuk menambahkan darah baru ke sistem kita,” begitulah keterangan yang disampaikan oleh Ren Zhengfei.

Dari informasi yang disampaikan oleh CNBC, Ren menginginkan perusahaannya agar lebih efisien lagi. Dimana nanti akan ada pemangkasan jumlah karyawan, serta pemindahan beberapa manager ke posisi lain kalau memang diperlukan.

Selain itu, ia juga ingin perhatian serius terhadap kontrak pembelian sehingga tidak terjadi cash flow yang fatal. Meski demikian, Ren tidak takluk secara langsung karena sifat optimismenya terhadap Huawei yang bisa bangkit tanpa perusahaan AS masih bergejolak tinggi dalam pemikirannya.

baca juga: Huawei Mate 30 Series Bakal Punya Wireless Charging Tercepat di Dunia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.