Alat Pendeteksi IMEI Ponsel Black Market Siap Digunakan, Data Dipastikan Aman!

0
341
Ponsel Black Market
Copyright ©Propakistani

SIBINA Sudah Hampir Mencapai Tahap Final Pengujian

Oketekno – Setelah cukup lama dipersiapkan dan menunggu kepastiannya, kini Kemenperin telah memastikan kalau alat yang digunakan untuk mendeteksi ponsel Black Market berdasarkan nomor IMEI sudah siap untuk digunakan.

Bukan cuman itu saja, bahkan dalam keterangan resmi terhadap publik yang disiarkannya melalui media lokal, menyebutkan seperti apakah cara kerja SIBINA yang digunakan untuk memantau nomor IMEI terdaftar oleh pelanggan Indonesia. SIBINA ini merupakan sistem yang telah berhasil dibangun oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, dimana akan cukup bergantung terhadap data operator telekomunikasi Lokal juga.

Simak Nih: Kata Kemkominfo Soal Aturan Blokir Ponsel Black Market yang Belum Diterapkan

Akan tetapi sekarang ini memang masih belum dilakukan pengujian secara publik, dikarenakan masih menunggu konfirmasi dan kesepakatan dari dua Kementerian lainnya, yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ponsel Black Market
Copyright©JPNN

“Sistem SIBINA sudah on dan sudah siap digunakan. Tinggal menunggu teknis regulasi. Nantinya, data yang dimiliki oleh Kemenperin akan di-pair atau dipasangkan dengan data dari operator. Baru setelah itu akan keluar, daftar IMEI yang perlu diberi notifikasi.  Apakah itu black list atau white list. Itupun semuanya dilakukan, antara sistem SIBINA dan sistem di operator secara online. Artinya, tidak mungkin adanya kebocoran data.” Seperti itulah yang disampaikan oleh Janu Suryanto selaku Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian.

Untuk sekarang ini SIBINA masih menjalani pengujian secara internal saja, hal tersebut bertujuan untuk memastikan kalau sistem ini dapat berjalan dengan lancar sebelum pada akhirnya masyarakat Indonesia mengakses secara massal sistem tersebut. Ini juga dilakukan sambil menunggu aturannya dari ketiga pihak kementerian untuk menandatangani kesepakatan.

Tidak berhenti sampai disitu saja, ketika sudah ditandatangani juga masih akan dilakukan pengujian tingkat lanjut setelah memasukkan variabel-variabel dari keputusan yang dibentuk. Kalau memang semuanya sudah siap dan berjalan lancar, barulah akan dibuka pelayanan secara Nasional. Pemblokiran jaringan terhadap Ponsel Black Market akan mulai diberlakukan pada saat itu.

baca juga: Tips Kenali Smartphone Resmi dan Ponsel Black Market Xiaomi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.