Facebook Ingin Perketat Keamanan WhatsApp, Pemerintah Kok Malah Meminta Sebaliknya?

0
357
Facebook Instagram WhatsApp indonesia Down
Copyright ©XFastest Hong Kong

Facebook Diminta Lepas Fitur Enkripsi di WhatsApp

Oketekno – Mengambil pelajaran yang dialami tahun lalu, kini Facebook semakin berbenah layanannya agar tidak terjadi penyalahgunaan data dan pencurian data kembali. Terutama untuk menjaga platform WhatsApp dimana untuk sistem enkripsinya masih begitu dipercaya dan dijaga selama ini.

Bahkan raksasa sosial media ini berencana untuk meningkatkan tingkat keamanannya, begitu juga dengan kehadirannya di Messenger serta DM Instagram yang juga bakal mendapatkan fitur enkripsi. Namun ternyata niatan Facebook tidak mendapatkan persetujuan dari lembaga pemerintahan.

Simak Nih: Jadi Admin WhatsApp Menteri Presiden, Begini Sikap Menkominfo!

Facebook beberapa waktu terakhir ini tengah diusik oleh penegak hukum di Negara superpower. Sederet pejabat Amerika Serikat, Australia, dan juga Inggris meminta agar pihaknya dapat mengakses pesan ketika menginvestigasi teroris, pelaku pelecehan anak, ataupun kejadian kriminal lainnya di platform WhatsApp serta layanan pesan instant lainnya.

WhatsApp App
Copyright ©jualo

Perlu diketahui bahwa Lembaga Departemen Kehakiman AS sudah lama tidak menyetujui terhadap penyandian pesan semacam ini. Dikarenakan dianggap menyulitkan pihak keamanan untuk melakukan penyelidikan. Seperti yang diketahui bahwa, FBI sempat meminta Apple membuka keamanan iPhone terhadap pelaku kriminal (Pembunuhan massal di California). Namun itu tidak dikabulkan oleh Apple.

Ketahui Yuk: Cara Hapus Seluruh Pesan, Foto dan Video di Grup WhatsApp dengan Sekali Klik

Dan sekarang giliran Facebook yang ditentang ketika ingin memperluas fitur enkripsi pesan WhatsApp ke platform lain seperti Messenger dan juga Instagram. Bahkan, pemerintah setempat meminta agar tidak ada fitur keamanan yang perlu diberikan pada layanannya itu. Kalau memang hal ini tidak diterapkan, masyarakat luas yang bakal terkena imbasnya.

“Perusahaan tak seharusnya mendesain sistem untuk menghindari akses pada konten, mencegah investigasi kriminalitas yang paling serius. Ini mengakibatkan warga terpapar risiko dengan menurunkan kemampuan perusahaan mendeteksi dan merespons konten ilegal,” ungkap Jaksa Umum Amerika Serikat, William Barr dalam suratnya bersama pejabat Inggris dan juga Australia, sebagaimana dikutip dari detikINET.

Namun, pihak Facebook juga tidak tinggal diam terkait pelepasan fitur enkripsi di WhatsApp dan juga dibatalkannya fitur enkripsi di platform lainnya. “Terkait rencana itu, kami berkonsultasi dengan pakar keamanan anak, pemerintah, dan perusahaan teknologi serta menyusun tim dan teknologi canggih sehingga kami bisa memakai semua informasi yang tersedia untuk membantu keamanan warga. Enkripsi end to end telah melindungi pesan miliaran orang tiap hari. Teknologi ini makin banyak dipakai di industri komunikasi dan sektor perekonomian penting lain. Kami melawan upaya pemerintah untuk membuat backdoor karena akan mengganggu privasi dan keamanan orang.”

baca juga: 4 Tips Pulihkan Kontak WhatsApp yang Tiba-Tiba Hilang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.