Facebook Terpojok, Ditekan Pemerintah dan Ditinggal Pengguna

0
237
Facebook Woman
Copyright ©mogaz news en

Facebook Dianggap Pro Terhadap Pemerintahan Donald Trump

Oketekno – Platform Facebook sekarang ini menjadi salah satu layanan yang berusaha untuk ditinggalkan oleh para penggunanya. Hal itu dikarenakan mereka sudah tidak percaya lagi terhadap sistem keamanan yang dimiliki oleh platform tersebut, selain itu untuk peraturannya yang semakin tidak jelas menjadi alasan untuk mereka berhenti dari sosmed ini.

Tahun kemarin ketika terkena masalah Cambridge Analytica, inilah saat pertama kali #deletefacebook pertama kali muncul dan trending ke publik. Dan ternyata baru-baru ini hashtag tersebut kembali trending, terutama di wilayah Amerika Serikat. Jelas ini tidak akan terjadi kalau memang tak ada masalah yang terjadi di sana.

Simak Nih: Banyak yang Mundur, Nasib Facebook Libra Tidak Lagi Meyakinkan?

Sebagaimana dilansir dari BBC, ternyata masalah ini ada kaitannya dengan keterkaitan petinggi perusahaan dengan politik. Sebelumnya tersebar informasi bahwasanya Mark Zuckerberg yang menjadi CEO Facebook, pada bulan Juli kemarin telah melakukan pertemuan dengan para dedengkot sayap kanan serta politikus konservatif. Jelas ini seolah bertolak belakang, dikarenakan Zuck selama ini diketahui menjadi pendukung Partai Demokrat.

Mark Donald Trump
Copyright ©CBSNews

Untuk sekarang ini Pendiri Facebook tersebut dinilai tengah melakukan pengumpulan data untuk dukungan dari kelompok sayap kanan, terlebih sekarang ini dirinya juga mendapatkan tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Bukan cuman ancaman terkait pemecahan perusahaan, Presiden AS ini juga sempat menuduh kalau platform jejaring sosial terbesar di Dunia ini melakukan pemblokiran terhadap konten yang mengandung sayap kanan.

“Jadi, ketakutan itulah yang menyebabkan Mark Zuckerberg mencoba memuaskan pemerintahan Trump dengan tidak menurunkan propaganda sayap kanan,” seperti itulah yang disampaikan oleh laman Politico. Bukan cuman itu saja, banyak pengguna merasa kecewa dengan aksi yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tersebut. Dan mereka melayangkan aksi kekecewaannya di Twitter.

“Mark Zuckerberg adalah lelucon dan membiarkan Trump serta kaum republikan menjalankan FB, di saat informasi orang dimanfaatkan. Saya telah menghapus Facebook,” ungkap salah seorang netizen. Masalah semacam ini sementara masih terjadi di AS saja, karena memang kantor pusatnya berada di Negara tersebut.

baca juga: Ternyata Facebook Pakai Angka Untuk Terjemahan Kontennya, Kok Bisa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.