Pengguna Harus Bayar Pajak Segini Untuk WhatsApp CS, Negara Ini Langsung Lumpuh Total

0
357
WhatsApp Spyware
Copyright ©Forbes

Meski Sudah Ditarik Rencana Pajaknya, Masa Tetap Aksi Demo Karena Ini

Oketekno – Dalam beberapa hari terakhir ini tersebar informasi yang mengatakan kalau para pengguna aplikasi WhatsApp serta layanan perpesanan online lainnya akan dikenakan pajak. Kejadian ini berlangsung di Lebanon, dimana Negara ini menjadi salah satu yang tengah mengalami krisis ekonomi selama beberapa tahun terakhir.

Untuk jumlah pajak yang dikenakan sendiri tidaklah besar jumlahnya, yakni cuman Rp 30 ribu saja. Namun tetap saja ini seolah menjadi pemerasan, dikarenakan ditengah kesulitan warganya dalam mencari pendapatan, harus dibebani biaya segitu dalam periode tertentu hanya untuk menikmati pesan instant W.A yang dimana-mana bisa didapatkan dan dioperasikan secara gratis.

Simak Nih: Kapan Sih Dark Mode di Aplikasi WhatsApp Digulirkan?

Karena adanya usulan seperti itu, ribuan orang diketahui langsung turun ke jalanan untuk melampiaskan kemarahan mereka kepada para politisi dituduh melakukan korup dan salah mengurus negara sehingga mengalami krisis ekonomi yang serius. Dan ternyata pemicunya bukan cuman aplikasi WhatsApp saja, melainkan ada beberapa hal yang dipermasalahkan dalam protes ini.

Demo Lebanon
Copyright ©CNN

Hal lain yang menjadikan benar-benar melakukan protes besar adalah adanya pajak untuk penggunaan internet, meningkatkan pajak untuk rokok hingga BBM dalam rancangan APBN di tahun 2020 mendatang. Dikarenakan informasi ini bisa menyebar dengan cepat melalui layanan Aplikasi WhatsApp, Messenger, Instagram, Telegram, dan lainnya, demo besar pun langsung pecah.

Ketahui Yuk: Kengerian yang Terjadi Jika WhatsApp Turuti Kemauan AS

Akan tetapi yang cukup disayangkan adalah dalam protes dan unjuk rasa kali ini, prosesnya tidak berlangsung lancar. Beberapa masa ada yang melemparkan batu, sepatu, dan juga botol air minum yang melakukan pengamanan. Bahkan tindakan anarkis masih berlangsung ketika Menteri Pendidikan Akram Chehayeb perlahan melewati pusat kota Beirut, dimana para pengunjuk rasa berkumpul. Mobil Menteri ini ditendangi oleh para pengunjuk rasa.

Dan karena kejadian ini seorang pengawal terpaksa keluar dari mobil dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun menteri pendidikan ini tidak berdiam diri saja, melainkan juga keluar dan langsung mendorong pengawal yang tadi untuk tidak melakukan tembakan lagi.

Untuk masalah pajak yang bakal dikenakan pada layanan WhatsApp CS ini langsung ditarik oleh pemerintah dengan cepat. Namun masa belum kembali mereda, mereka menuntun beberapa hal lain seperti perbaikan sistem politik, isu penghematan, hingga protes terhadap infrastruktur yang buruk.

baca juga: Fitur Baru Grup WhatsApp Ini Sudah Mulai Diuji Coba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.