Facebook Akui Ada Pihak Ketiga yang Bisa Akses Data Anggota dari Sebuah Grup

0
364
Aplikasi Facebook
Copyright ©EJSight

Ada Beberapa Pengembang Aplikasi yang Masih Akses Data Intim Pengguna

Oketekno – Selama ini sebagai layanan sosial media, Facebook mengaku kalau perusahaannya telah menjaga keamanan platform sebaik mungkin. Walaupun sempat mengalami permasalahan dalam penyalahgunaan data, kini pihaknya terus melakukan pembenahan diri dalam menjaga privasi pengguna.

Akan tetapi baru-baru ini disebutkan kalau raksasa jejaring sosial itu telah menyatakan kalau pihaknya menemukan pihak ketiga yang telah mengambil informasi pengguna di dalam grup. Pihak ketiga yang dimaksud disini adalah Application Programming Interface (API), dan data yang diambil diantaranya yakni seperti nama dan foto profil yang berhubungan dengan aktivitas grup.

Simak Nih: Respon Facebook Soal Peraturan Baru yang Tengah Disiapkan Kominfo

Memang sih sebelum dilakukan pembaruan pada bulan April 2018 silam, pengembang dapat mengakses beberapa informasi intim dari anggota grup yang tergabung. Namun setelah itu, API Grup mengalami perubahan dimana admin dapat memberikan akses pengambilan data ini atau tidak. Jika diberikan izin, maka data yang bisa diambil hanya seperti nama grup, jumlah pengguna, hingga konten posting saja.

Facebook New Ads
Copyright ©AdEspresso

Meski demikian, ternyata beberapa aplikasi terbukti masih kekeh dengan peraturan lama, dimana bisa mengakses beberapa informasi dari pengguna yang tergabung dalam suatu grup. Namun untuk mencegah kejadian yang telah dilarangnya, kini Facebook mengaku kalau sudah menghapus dan juga membatasi para pengembang API tersebut.

“Kami telah menghapus akses mereka. Hari ini kami juga menjangkau sekitar 100 mitra yang mungkin telah mengakses informasi ini karena kami mengumumkan pembatasan pada API Grup, meskipun kemungkinan jumlah yang sebenarnya lebih kecil dan menurun seiring waktu,” seperti itulah jelas Kepala Kemitraan Platform Facebook, Konstantions Papamiltiadis, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam waktu 60 hari terakhir ini, Papamiltiadis telah mengungkap kalau ada setidaknya 11 mitra yang masih diketahui mengakses data informasi anggota grup Facebook. Hanya saja untuk sekarang ini pihaknya telah meminta untuk menghapus, atau jika tidak maka API tersebut yang akan diputus hubungannya.

baca juga: Alasan Facebook Mengganti Logonya yang Sudah Jadi Ciri Khas Selama Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.