Terkenal Aman, Pesaing WhatsApp Ini Ternyata Juga Rentan Dibobol

0
125
Hack WhatsApp Ikon
Copyright ©SADAP

Telegram Juga Bisa Dibobol Karena Hal Ini 

Oketekno – Menciptakan sistem keamanan yang sulit di tembus pada Dunia Maya sulit untuk diwujudkan. Tetap saja ada kemungkinan dimana sistem mudah sekali untuk diretas, dan hal inilah yang terus diperbaiki oleh developer. Baru-baru ini pihak WhatsApp telah melakukan pembenahan untuk menutup celah keamanan cukup kritis dari NSO Group.

Melalui malware yang disebarkan oleh NSO Group ini, percakapan pesan bisa bocor langsung ke pihak ketiga dengan mudahnya. Meski memiliki sistem enkripsi, akan tetapi percakapan tetap saja terbaca, dikarenakan spyware ini telah menginfeksi perangkat pengguna, sehingga mereka mengintai ketika pesan tersebut sudah diterjemahkan di perangkat penerima.

Baca Juga: Diminta Buka Enkripsi Chat Untuk Pemerintah, Begini Tanggapan WhatsApp

Korban yang tertimpa malware ini beberapa diantaranya yakni seperti para tokoh publik, jurnalis, hingga akademisi. Berdasarkan laporan, ada sekitar 1.400 pengguna yang sudah terserang oleh malware dari NSO Group tersebut. Dan ternyata bukan cuman WhatsApp saja, melainkan pesaingnya yang terkenal aman juga menjadi korbannya.

WhatsApp Vs Telegram
Copyright ©Cyberbannews

Beberapa orang menganggap kalau layanan pesaing WhatsApp seperti Telegram dan juga Signal memiliki tingkat keamanan lebih baik. Namun kalau masalah malware yang diduga berasal dari NSO Group ini, nyatanya sama saja mudah untuk diinfeksi.

Ketahui Yuk: Aplikasi WhatsApp Versi Terbaru Bikin Baterai Cepat Habis, Kamu Merasakannya Juga?

Seperti yang kita ketahui bahwa Telegram memiliki sistem enkripsi yang sedikit berbeda ketimbang WhatsApp. Dimana untuk sistem enkripsi yang digunakan yakni melalui lapisan keamanan, ketika pengguna mengirimkan pesan maka langsung dilakukan enkripsi hingga ke server, kemudian pesan yang dari server hendak diteruskan ke penerima dilakukan enkripsi lagi.

Melansir dari LiveMint, berdasarkan laporan riset dari penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT), ditemukan kalau Telegram menggunakan protokol keamanan bernama MTProto yang tidak diawasi oleh Kriptografer dari luar. Dan Telegram juga menggunakan penyimpanan berbasis cloud untuk data penggunanya.

Dengan demikian ketika ada pihak yang bisa mendapatkan akses ke sistem pelayanan Telegram, maka mereka dapat mengakses pesan yang tidak terenkripsi dan seluruh metadata yang ada di dalamnya. Jadi, bisa dikatakan memang tidak ada platform yang aman 100%. Entah itu WhatsApp, Telegram, WeChat, atau yang lain pasti memiliki kekurangan.

baca juga: Hati-Hati! Hanya Karena Grup WhatsApp, Akun Bisa Kena Banned Permanen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.